Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut transformasi paradigma pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered. Salah satu instrumen krusial dalam keberhasilan transformasi ini adalah modul ajar. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa guru-guru di SD IT Al Ghazali Palangkaraya masih mengalami kesulitan dan keraguan dalam mengintegrasikan pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam, bermakna, dan menyenangkan) ke dalam komponen praktis modul ajar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman pedagogis guru melalui pelatihan penyusunan modul ajar berbasis pendekatan Deep Learning. Metode pelaksanaan yang digunakan mengombinasikan ceramah interaktif untuk penguatan teoretis, Focus Group Discussion (FGD), serta kerja mandiri berupa pendampingan klinis (coaching clinic) untuk membedah dan merekonstruksi modul ajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi kognitif guru yang signifikan, di mana rata-rata skor pemahaman melonjak dari 74 (kategori baik) sebelum pelatihan menjadi 92 (kategori sangat baik) setelah intervensi. Guru telah berhasil merekonstruksi komponen krusial modul ajar, seperti mengubah pertanyaan pemantik tertutup menjadi pertanyaan terbuka berbasis nalar kritis, merancang aktivitas inti berbasis active learning, menyusun asesmen otentik, serta mengintegrasikan nilai “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan materi pengayaan digital. Kegiatan PKM ini berhasil memicu perubahan paradigma pedagogis guru dari Surface Learning menuju Deep Learning demi menciptakan ekosistem pembelajaran sekolah dasar yang mendalam dan bermakna.