Nurtaji Wathoni
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Tanam Dan Struktur Pendapatan Rumahtangga Petani Lahan Kering Di Zona Penyangga Kawasan Ekomomi Khusus Mandalika Candra Ayu; Ibrahim Ibrahim; Nurtaji Wathoni; Pande Komang Suparyana
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v12i2.1055

Abstract

The Mandalika Special Economic Zone (KEK) was developed to accelerate equitable development in the region and its surrounding areas as a buffer zone. This study aims to identify cropping patterns and crop types, analyze the income structure of farming households in the buffer zone of the Mandalika KEK, Central Lombok Regency. The study used a descriptive method with the unit of analysis being farmer households. The research locations were determined purposively in Sengkol, Rembitan, and Sukadana Villages based on their dryland farming potential. A total of 45 respondents were selected using quota sampling. Data were analyzed using cost and income analysis and descriptive analysis. The results showed that farming households diversified their economic activities, with a combination of farmers and livestock breeders as the dominant productive activity (35.56%). The cropping pattern consisted of food crops in the first planting season and secondary crops, especially corn and soybeans, in the second planting season. The average household income was Rp29,059,273.03 per year, with agricultural activities contributing 60.33%, non-agricultural activities 36.80%, and other sources 2.87%. The main constraints on farming include scarcity of production inputs, particularly fertilizer, low intensity of extension services, limited capital, and pest and disease attacks. Findings indicate that agriculture remains the primary source of income for farming households, so strengthening access to production inputs, extension services, and capital is necessary to support the sustainability of dryland farming in the Mandalika Special Economic Zone buffer zone.
Strategi Pengembangan Agroindustri Gula Aren di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Lalu Muhammad Yahya; Tajidan Tajidan; Nurtaji Wathoni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/b8xsgb41

Abstract

Agroindustri gula aren merupakan usaha berbasis sumber daya lokal yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agroindustri gula aren serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive pada tiga desa sentra produksi gula aren, yaitu Desa Giri Madia, Desa Gegerung, dan Desa Dasan Geria, dengan jumlah responden sebanyak 30 pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama agroindustri gula aren meliputi ketersediaan bahan baku lokal, tenaga kerja, pengalaman usaha, daya simpan produk, dan proses produksi sederhana. Kelemahan utama meliputi keterbatasan modal, rendahnya diversifikasi produk, belum adanya legalitas usaha dan merek dagang, serta proses produksi yang masih tradisional. Peluang pengembangan berasal dari permintaan pasar yang stabil, potensi diversifikasi produk, dukungan pemerintah dan perguruan tinggi, akses pembiayaan UMKM, serta pemasaran digital. Ancaman utama meliputi ketergantungan bahan baku terhadap iklim, rendahnya regenerasi petani aren, persaingan produk sejenis, skala produksi kecil, dan produk substitusi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa agroindustri gula aren berada pada Kuadran I sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi agresif (S-O), yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal melalui peningkatan produksi, diversifikasi produk, legalitas usaha, dan perluasan pemasaran.