Mohamad Zubaidi
Pendidikan Nonformal, Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pendampingan Parenting Bagi Orang Tua pada Masa Transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar Berbasis Huyula Srivemi Vemi Nuna; Misran Rahman; Mohamad Zubaidi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8484

Abstract

Proses pendampingan transisi anak menuju SD masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak seperti kondisi yang ditemui di lapangan pada penilitian ini masih minimnya kesiapan orang tua dalam mendampingi anak ke SD, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Pendampingan Parenting Bagi Orang Tua Pada Masa Transisi Pendidikan Anak Usia Dini Ke Sekolah Dasar Berbasis Huyula. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap pengembangan, model divalidasi oleh empat ahli, yaitu ahli Pendidikan Anak Usia Dini, praktisi PAUD, ahli bahasa, dan ahli layout/desain untuk memastikan kelayakan isi, bahasa, dan tampilan. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia 5–7 tahun, guru PAUD dan Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini menghasilkan suatu model pendampingan yang memiliki kebaruan (novelty). Kebaruan tersebut terletak pada pengembangan model pendampingan parenting berbasis nilai huyula sebagai kearifan lokal masyarakat Gorontalo dalam mendukung masa transisi anak dari PAUD ke SD. Model ini mengintegrasikan pendekatan kolektif berbasis komunitas dalam praktik pengasuhan, yang tidak hanya menekankan peran orang tua, tetapi juga melibatkan guru TK, guru SD, serta lingkungan sosial secara aktif. Selain itu, model ini bersifat kontekstual karena mengoperasionalkan nilai-nilai budaya lokal ke dalam strategi pendampingan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.