ABSTRAK Kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi tuberkulosis (TB), namun peran keluarga sebagai pendamping pasien masih belum dioptimalkan melalui edukasi kesehatan yang terstruktur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai tuberkulosis, kepatuhan pengobatan, dan pencegahan penularan sebagai upaya mengoptimalkan peran keluarga dalam mendukung keberhasilan terapi pasien TB paru kasus baru. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Poliklinik Paru RSUD Raden Mattaher Jambi dengan melibatkan 16 anggota keluarga pasien TB paru kasus baru. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan media leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 16 peserta yang terdiri atas 7 laki-laki (43,8%) dan 9 perempuan (56,2%). Proporsi peserta dengan pengetahuan tinggi meningkat dari 1 orang (6,25%) menjadi 15 orang (93,75%), sedangkan peserta dengan pengetahuan rendah menurun dari 11 orang (68,75%) menjadi tidak ada. Rerata nilai meningkat dari 4,9 menjadi 9,1. Edukasi kesehatan mampu memperkuat pengetahuan dan kesiapan keluarga dalam menjalankan perannya sebagai pendamping pasien sehingga berpotensi meningkatkan kepatuhan pengobatan. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Keluarga, Kepatuhan Pengobatan, Tuberkulosis Paru. ABSTRACT Treatment adherence is a key determinant of successful tuberculosis (TB) therapy; however, the role of family members in supporting patients has not been optimally strengthened through structured health education. This community service activity aimed to improve family knowledge regarding tuberculosis, treatment adherence, and transmission prevention to optimize family support for newly diagnosed pulmonary TB patients. The program was conducted at the Pulmonary Outpatient Clinic of RSUD Raden Mattaher Jambi and involved 16 family members of newly diagnosed pulmonary TB patients. Health education was delivered through interactive lectures, discussions, and educational leaflets. Knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires. The program involved 16 participants, consisting of 7 males (43.8%) and 9 females (56.2%). Participants with high knowledge increased from 1 (6.25%) to 15 (93.75%), while those with low knowledge decreased from 11 (68.75%) to none. The mean score increased from 4.9 to 9.1. Health education strengthened family preparedness to support treatment adherence and may contribute to improved treatment outcomes among pulmonary TB patients. Keywords: Family Support, Health Education, Pulmonary Tuberculosis, Treatment Adherence.