Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kreativitas dan keterampilan motorik halus anak usia 5–8 tahun di Labuhan Haji, Desa Apha melalui penerapan aktivitas seni kolase berbahan kapas pada media gambar domba. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah perlunya stimulasi fisik-motorik anak yang lebih variatif melalui media pembelajaran yang edukatif dan aplikatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (aksi) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 5 anak sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas, unjuk kerja, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Prosedur penelitian meliputi tahap apersepsi, pengenalan media, demonstrasi teknik oleh peneliti, pendampingan tindakan mandiri, serta evaluasi hasil karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas kolase kapas secara signifikan meningkatkan koordinasi mata-tangan, ketelitian gerak jari, pergelangan tangan, serta konsentrasi anak. Meskipun anak sempat mengalami kesulitan awal dalam mengontrol gerakan motorik halus mereka, bimbingan bertahap berhasil memicu kemandirian dan rasa percaya diri anak. Selain itu, aspek kreativitas dan perkembangan sosial-emosional anak turut berkembang melalui interaksi saling membantu dan berbagi alat selama proses berkarya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas kolase kapas efektif sebagai alternatif pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) yang menyenangkan bagi anak usia dini.