Motivasi belajar merupakan faktor penentu keberhasilan pendidikan anak usia sekolah dasar, terutama di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan pendidikan tambahan di luar jam sekolah. Permasalahan mitra di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi ditunjukkan oleh rendahnya semangat belajar anak, kecenderungan menghabiskan waktu luang untuk bermain gawai, minimnya pendampingan orang tua akibat kesibukan bertani, serta terbatasnya akses layanan bimbingan belajar swasta. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi program bimbingan belajar berbasis Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar anak-anak setempat. Metode yang digunakan adalah service learning dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui tahapan observasi kebutuhan, koordinasi dengan perangkat desa, penyusunan program dan materi, pelaksanaan pendampingan, hingga evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan angket sederhana, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi metode diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, ice breaking, dan pendampingan tugas sekolah mampu meningkatkan antusiasme, keaktifan, kepercayaan diri, dan kedisiplinan belajar anak. Orang tua dan perangkat desa memberikan respons positif terhadap keberlangsungan program. Faktor pendukung utama meliputi antusiasme anak dan dukungan masyarakat, sedangkan kendala terkait keterbatasan waktu, sarana, dan konsistensi kehadiran peserta dapat diatasi melalui penjadwalan fleksibel dan pendekatan kelompok kecil. Program ini disimpulkan efektif meningkatkan motivasi belajar anak dan berpotensi dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat maupun lembaga pendidikan setempat pascaprogram KKN.