This Author published in this journals
All Journal JUILMU
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Kepemimpinan Pastoral di Era Disrupsi Digital: Menuju Model Kepemimpinan Hibrid-Transformatif Teguh Madia Tarigan; Wilma
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i2.183-205

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk praktik pelayanan dan kepemimpinan gereja. Disrupsi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi kepemimpinan pastoral dalam merespons perubahan pola komunikasi, otoritas keagamaan, dan pembentukan komunitas iman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kepemimpinan pastoral di era disrupsi digital serta merumuskan model kepemimpinan yang relevan bagi gereja kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang membahas kepemimpinan pastoral, transformasi digital, digital religion, dan kepemimpinan transformasional. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan perubahan konteks pelayanan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital mendorong perubahan peran pastor dari pemimpin institusional menjadi gembala hibrid yang mampu mengintegrasikan pelayanan fisik dan digital. Selain itu, literasi digital dan etika digital menjadi kompetensi penting dalam menjalankan pelayanan pastoral, sementara komunitas iman hibrid menjadi bentuk baru persekutuan gereja di era digital. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan pastoral hibrid-transformatif yang dibangun atas fondasi teologis, kehadiran relasional, literasi dan etika digital, serta pengembangan komunitas iman hibrid yang transformatif. Model ini diharapkan dapat menjadi kerangka konseptual bagi gereja dalam menghadapi tantangan budaya digital secara relevan dan berkelanjutan.