Dhahra Nafisah
Universitas Padjajaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENCHMARKING MODEL BISNIS CARBON CAPTURE AND STORAGE MOOMBA CCS UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI CARBON HUB DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS ARUN LHOKSEUMAWE Dhahra Nafisah; Camelia Rizki Agrina
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri beremisi tinggi menghadapi tekanan regulasi global yang ketat untuk mereduksi jejak karbon. Pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi salah satu strategi kunci dalam upaya dekarbonisasi industri untuk mempertahankan industri yang bersifat hard-to-abate. Pada tahap aktualisasinya, KEK Arun Lhokseumawe memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat CCS di Indonesia. Integrasi CCS membuka peluang partisipasi Indonesia dalam carbon trading, di mana CO₂ yang berhasil ditangkap dan disimpan dapat dikonversi menjadi carbon credit dalam sistem perdagangan emisi. Dalam rangka pengembangannya, Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi model bisnis CCS melalui pendekatan benchmarking terhadap penerapan Moomba CCS di Australia, serta mengevaluasi kelayakan finansial implementasinya di KEK Arun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis Moomba CCS dapat diadaptasi pada konteks KEK Arun dengan dua syarat utama. Pertama, diperlukan penyesuaian pada aspek teknis, khususnya dalam proses pengompresian CO₂ akibat perbedaan karakteristik sumber emisi, di mana Moomba memanfaatkan CO₂ dengan tingkat kemurnian tinggi, sementara KEK Arun mengandalkan sumber CO₂ dari berbagai klaster industri dengan komposisi yang lebih heterogen. Selain itu, sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) belum sepenuhnya dapat diimplementasikan di Indonesia tanpa adanya penguatan kerangka regulasi dan kelembagaan. Kedua, dari perspektif finansial, proyek CCS di KEK Arun dinyatakan layak apabila tarif penyimpanan karbon ditetapkan sebesar USD 26,55 per ton CO₂ tanpa adanya penyesuaian harga yang bersifat kompensatif.