Ni Made Alit Suastiani
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sakral Dan Sekuler Tari Gandrung Monang-Maning Denpasar Ni Made Alit Suastiani
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i3.1815

Abstract

Tari gandrung merupakan tarian sakral yang sering dipentaskan dipura majapahit banjar monang-maning denpasar, serangkaian upacara piodalan dipura tersebut. Tarian ini dipentaskan pada purnama keemen nutug ketelun ( tiga hari setelah piodalan) dalam kalender bali, seiring perkembangan jaman tariaan ini mengalami pergeseran dari sakral ke propan. Permasalahannya adalah tarian yang tergolong sakral ini bisa di pentaskan di tempat umum. Tulisan ini bertujuan mengupas tuntas tentangĀ  fenomena perubahan dari sakral ke sekuler. Metode yang digunakan dalam mengkaji permasalahan tersebut adalah metode deskriptif kualitatif. Untuk membedah permasalahan yang diajukan digunakan teori perubahaan sosial, teori struktural fungsional, teori estetika. Hasil penelitian menunjukan bahwa sakral dan sekunder tari gandrung monang-maning denpasar dapat dilihat dari tempat pertunjukan tarian gandrung tersebut dan juga dari kostum atau busana yang digunakan apa bila ditarikan dipura akan menggunakan kostum yg disakralkan dan apa bila ditarikan diluar konteks pura akan menggunakan kostum yang berupa duplikatnya