Pasar tradisional bukan hanya ruang transaksi ekonomi, tetapi juga arena sosial yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan masyarakat, termasuk kesalehan sosial para pedagang muslim di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalehan sosial yang dipraktikkan pedagang di Pasar Induk Sengeti Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi, serta mengetahui motivasi religius di balik praktik sosial dan ekonomi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Pasar Induk Sengeti. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pedagang, pembeli, dan pengelola pasar, serta dokumentasi, dan dilengkapi data sekunder berupa literatur yang relevan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, dan data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalehan sosial pedagang di Pasar Induk Sengeti terwujud dalam lima bentuk utama, yaitu takwa, kejujuran, empati, ramah tamah, dan kebersihan, yang tercermin dalam kejujuran menimbang, kepedulian terhadap pembeli yang kesulitan, keramahan dalam pelayanan, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pasar. Adapun motivasi religius yang mendasari praktik tersebut meliputi keinginan mencari rezeki yang halal, rasa takut akan dosa, harapan memperoleh keberkahan, keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW, peningkatan kualitas ibadah dalam muamalah, penghindaran riba, penghayatan takwa dalam profesi, serta kesadaran untuk mempersiapkan bekal akhirat. Dengan demikian, aktivitas ekonomi di Pasar Induk Sengeti tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan material, melainkan juga menjadi sarana aktualisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat.