Diabetes Melitus (DM) Tipe II merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi tantangan kesehatan global. Jamaah umrah dengan DM Tipe II memiliki risiko mengalami komplikasi akibat aktivitas fisik yang tinggi, perubahan pola makan, serta kondisi lingkungan selama pelaksanaan ibadah. Oleh karena itu, tindakan pengendalian diabetes yang optimal menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi kesehatan jamaah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan pengendalian DM Tipe II pada jamaah umrah di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 160 jamaah umrah penderita DM Tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan konstruk Health Belief Model (HBM) dan instrumen Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi menderita DM, kadar gula darah, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan efikasi diri berhubungan signifikan dengan tindakan pengendalian DM Tipe II (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kadar gula darah (OR=65,178) dan efikasi diri (OR=10,178) merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan tindakan pengendalian DM Tipe II. Penguatan efikasi diri dan pemantauan kadar gula darah secara berkala perlu menjadi fokus dalam pembinaan kesehatan jamaah umrah dengan DM Tipe II.