p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Dian Natalina Fuddjiantari
Universitas Kadiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Rosella (Hibiscus Sabdariffa) dengan Obat Kumur Sintetik Terhadap Pertumbuhan Mikroorganisme Oral dan Perubahan PH Desy Rizkiani Primalia; Dian Natalina Fuddjiantari; Farizan Zata Hadyan; Zahra Mufidatus Syifa; Adittiya Adji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60264

Abstract

Abstrak Mikrobioma oral dan pH rongga mulut berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan oral. Gangguan keseimbangan mikroorganisme dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit rongga mulut sehingga diperlukan upaya pengendalian mikroorganisme yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan efektivitas ekstrak rosella (Hibiscus sabdariffa) dan obat kumur sintetik terhadap pertumbuhan mikroorganisme oral serta perubahan pH. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium pendahuluan dengan pendekatan deskriptif komparatif. Sampel terdiri atas enam kelompok perlakuan, yaitu Listerine, Minosep, ekstrak rosella konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, serta aquades sebagai kontrol. Pengukuran pH dilakukan menggunakan kertas indikator pH sebelum penggunaan, sedangkan pertumbuhan mikroorganisme diamati pada media Nutrient Agar dengan metode streak plate setelah inkubasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH seluruh kelompok perlakuan berada pada rentang asam hingga netral, dengan pH terendah pada rosella 50% dan tertinggi pada aquades. Listerine, Minosep, serta rosella 50% dan 75% tidak menunjukkan pertumbuhan koloni mikroorganisme, sedangkan rosella 25% masih menunjukkan pertumbuhan koloni sedang dan aquades menunjukkan pertumbuhan koloni sedikit. Temuan ini mengindikasikan bahwa, pada kondisi penelitian ini, ekstrak rosella pada konsentrasi tinggi memiliki potensi sebagai bahan aktif obat kumur herbal dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme oral, meskipun efektivitasnya belum melampaui obat kumur sintetik. Kata Kunci: rosella, obat kumur sintetik, mikroorganisme oral, pH, Hibiscus sabdariffa
Perbandingan Daya Hambat Obat Kumur Sintetik dan Daun Sirih (Piper Betle L.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus Mutans: Secara In Vitro Novitasari Novitasari; Dewi Anggreani Bibi; Dian Natalina Fuddjiantari; Muh. Rifky Aditia Putra; Nur Azizah Heryani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60265

Abstract

Abstrak Karies gigi merupakan salah satu penyakit rongga mulut yang berkaitan erat dengan aktivitas bakteri kariogenik, terutama Streptococcus mutans. Pengendalian jumlah bakteri tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan obat kumur antiseptik, baik berbahan sintetik maupun herbal. Daun sirih (Piper betle L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya hambat obat kumur sintetik dan ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans secara in vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan enam replikasi yang dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri. Bahan uji yang digunakan meliputi aquades sebagai kontrol negatif, obat kumur sintetik, serta ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Aktivitas antibakteri diamati berdasarkan kemampuan bahan uji dalam menghambat pertumbuhan bakteri setelah inkubasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuades tidak memiliki aktivitas antibakteri, sedangkan obat kumur sintetik menunjukkan kemampuan penghambatan tertinggi terhadap Streptococcus mutans. Pada kelompok daun sirih, peningkatan konsentrasi ekstrak dari 25% hingga 75% menunjukkan peningkatan aktivitas antibakteri yang ditandai dengan berkurangnya pertumbuhan bakteri. Disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, dengan konsentrasi 75% menunjukkan efektivitas terbaik di antara kelompok herbal yang diuji. Kata Kunci: Streptococcus mutans; aktivitas antibakteri;obat kumur sintetik; Piper betle L.