This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Nila Sari
STIKES Widyagama Husada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Mindful Relaxation dan Mindful Daily Activity Terhadap Penyembuhan Luka Pasien Pasca Apendiktomi: Studi Kuasi Eksperimental Nila Sari; Ari Damayanti Wahyuningrum; Abdul Qodir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60474

Abstract

Pendahuluan: Penyembuhan luka pascaapendiktomi merupakan indikator penting keberhasilan pemulihan pasien, namun prosesnya masih dipengaruhi faktor fisiologis dan psikologis seperti stres yang dapat menghambat regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan mindful relaxation dan mindful daily activity terhadap penyembuhan luka pasien pascaapendiktomi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 30 pasien pascaapendiktomi yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mindful relaxation dan mindful daily activity, masing-masing 15 responden dengan teknik total sampling. Intervensi diberikan selama 3 hari. Penyembuhan luka diukur menggunakan skala REEDA. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji beda mean dengan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor REEDA pada kelompok mindful daily activity dari 2,73 menjadi 0,40, sedangkan pada kelompok mindful relaxation dari 3,00 menjadi 0,60. Secara deskriptif, mindful relaxation menunjukkan proporsi luka baik lebih tinggi (73,33%) dibandingkan mindful daily activity (66,67%). Uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p > 0,05). Kesimpulan: Mindful relaxation dan mindful daily activity sama-sama efektif dalam mendukung penyembuhan luka pascaapendiktomi, namun tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara keduanya. Kedua intervensi dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan pascaoperasi.