Muhammad Ali Akbar Sholahuddin
Program Studi Teknik Elektro, Universitas Semarang, Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Ketersediaan Biomassa Pertanian untuk Implementasi Co-firing pada PLTU Batubara Jawa Tengah Periode 2025–2030 Berbasis Low Emissions Analysis Platform (LEAP) Muhammad Ali Akbar Sholahuddin; Priyo Adi Sesotyo; Fahrudin Ahmad
Jurnal Komputer dan Elektro Sains Vol. 4 No. 1 (2026): komets
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/komets.v4i1.611

Abstract

Provinsi Jawa Tengah menanggung kapasitas PLTU batubara terbesar di Indonesia sebesar 10.222,40 MW, sementara fraksi energi baru terbarukan baru mencapai 21,08 % dari target RUED sebesar 21,32 % pada 2025. Penelitian ini mengevaluasi ketersediaan biomassa pertanian Jawa Tengah untuk co-firing pada delapan PLTU batubara periode 2025 sampai 2030 menggunakan perangkat lunak Low Emissions Analysis Platform (LEAP). Massa biomassa yang tersedia diestimasi menggunakan metode Residue to Product Ratio yang dikoreksi dengan collection factor, diproyeksikan dari data produksi BPS 2020–2024. Hasil proyeksi menunjukkan biomassa tersedia turun dari 16,81 juta ton pada 2025 menjadi 15,79 juta ton pada 2030. Enam skenario co-firing, mengombinasikan dua rasio massa (2 % dan 5 %) dengan tiga skenario nilai kalor biomassa, menghasilkan penurunan input energi panas maksimum sebesar 2,77 %, jauh di bawah batas toleransi operasional 3 % yang lazim diterapkan pada boiler eksisting. Skenario 5 % rata-rata menghindarkan emisi 2,98 juta ton CO2 ekuivalen per tahun dan menaikkan fraksi EBT sektor ketenagalistrikan menjadi 22,51 %, di atas ambang RUED. Penghematan biaya bahan bakar netto berkisar Rp 0,95 sampai Rp 5,86 triliun per tahun tergantung skenario harga batubara. Temuan ini menunjukkan bahwa surplus biomassa pertanian Jawa Tengah memadai untuk mendukung implementasi co-firing, baik secara teknis maupun ekonomi.