Gangguan lalat merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada pemeliharaan kuda karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan, iritasi kulit, stres, serta mengganggu aktivitas latihan maupun perlombaan. Penggunaan repelan berbahan kimia sintetis secara terus-menerus juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti risiko iritasi pada hewan dan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pengendalian lalat menjadi pilihan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak akar wangi (Vetiveria zizanioides) sebagai repelan alami dalam mengurangi jumlah lalat yang hinggap pada kuda. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen sederhana dengan desain pre-test dan post-test. Ekstrak akar wangi diaplikasikan dalam bentuk semprotan pada bagian kaki depan kuda, kemudian dilakukan pengamatan jumlah lalat sebelum dan sesudah penyemprotan. Pengamatan dilakukan sebanyak tiga kali percobaan pada waktu yang berbeda, dengan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif melalui perbandingan rata-rata jumlah lalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah lalat mengalami penurunan dari 15 ekor sebelum penyemprotan menjadi 9 ekor setelah penyemprotan, dengan selisih penurunan sebanyak 6 ekor atau tingkat efektivitas sebesar 40%. Penurunan jumlah lalat tersebut diduga berkaitan dengan kandungan senyawa volatil pada akar wangi, seperti vetiverol, vetivone, dan khusimol, yang mampu mengganggu sistem sensorik serangga. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak akar wangi memiliki potensi sebagai repelan alami untuk membantu mengurangi gangguan lalat pada kuda. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar, waktu pengamatan lebih panjang, dan variasi konsentrasi ekstrak diperlukan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.