This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Putu Surya Anggaraditya
Universitas Dwijendra Denpasar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Penyuluh dalam Distribusi Pupuk Bersubsidi Anorganik di Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar Putu Surya Anggaraditya; Gede Sedana; I Nengah Surata Adnyana; Komang Suarsana; Tesalonika Natasya Keo Geu
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.19693

Abstract

Pembangunan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan. Salah satu upaya pemerintah dalam mendukung sektor pertanian adalah melalui kebijakan pupuk bersubsidi. Distribusi pupuk bersubsidi di tingkat lapangan masih menghadapi berbagai kendala seperti ketidaktepatan sasaran, keterlambatan distribusi, dan ketidakakuratan data penerima dalam sistem e-RDKK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan penyuluh pertanian dalam distribusi pupuk bersubsidi anorganik di Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, mengetahui mekanisme distribusi pupuk subsidi, menganalisis faktor pendukung dan penghambat distribusi, serta merumuskan strategi optimalisasi distribusi pupuk bersubsidi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 206 petani penerima pupuk subsidi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai fasilitator, edukator, motivator, dan dinamisator dalam proses distribusi pupuk subsidi. Penyuluh terlibat aktif dalam penyusunan e-RDKK, sosialisasi kebijakan, pendampingan, serta pengawasan distribusi pupuk agar sesuai prinsip tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat penerima. Faktor pendukung distribusi pupuk subsidi meliputi koordinasi antar lembaga, penggunaan sistem e-RDKK, dan partisipasi kelompok tani. Sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan jumlah penyuluh, ketidakakuratan data petani, dan rendahnya evaluasi berkala terhadap penerima subsidi. serta diperlukan penguatan kapasitas penyuluh.