Nurul Ardila
Institut Pendidikan dan Teknologi ‘Aisyiyah, Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Dongeng Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini: Systematic Literature Review (2020–2025) Nurul Ardila; Asri Neli Putri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu indikator utama perkembangan kognitif dan bahasa pada anak usia dini yang menjadi fondasi komunikasi interpersonal di masa depan. Di era digital, pemanfaatan media konvensional mulai bertransformasi menjadi media berbasis teknologi, salah satunya melalui dongeng digital (digital storytelling). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran, efektivitas, dan mekanisme dongeng digital dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini berdasarkan literatur ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Proses seleksi artikel menggunakan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) melalui basis data Google Scholar, Garuda, Crossref, DOAJ, dan SINTA. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 20 artikel jurnal yang relevan untuk dianalisis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penggunaan dongeng digital secara signifikan meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui visualisasi interaktif, pengayaan kosakata (vocabulary acquisition), stimulasi auditori, dan penguatan struktur kalimat. Dongeng digital yang dikombinasikan dengan metode interaktif (tanya jawab dan bermain peran) terbukti lebih efektif dibandingkan dengan metode pasif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan komprehensif mengenai karakteristik media dongeng digital yang paling optimal dalam menstimulasi aspek ekspresif dan reseptif bahasa anak. Implikasi dari penelitian ini menuntut integrasi media digital yang terukur dalam kurikulum PAUD serta pendampingan aktif oleh guru dan orang tua.