Yulianti Raharjo
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE FUNCTION OF INTERNAL AUDIT AND FINANCIAL REPORTING QUALITY: THE MODERATING ROLE OF THE RISK MANAGEMENT COMMITTEE Yulianti Raharjo; Oryza Tannar; Yani Permatasari
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 28 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis dan Akuntansi (in progress)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/jhc7bd65

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the moderating role of the risk management committee on the relationship between the internal audit function and the quality of financial reporting. Based on the ordinary least square test results on 715 non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2018-2024 period, several test results were obtained. The results show that the existence of an internal audit function in a company can improve the quality of financial reporting. In addition, the existence of a risk management committee can strengthen the relationship between the internal audit function and the quality of financial reporting. Academically, the results of this study are expected to contribute to the literature regarding what factors can improve the quality of corporate financial reporting. Meanwhile, regulators and company management can use the results of this study as consideration for companies to have internal audit functions and risk management committees within their companies as part of the corporate governance mechanism, so that companies can present high-quality financial reporting.
Komparasi Beban PPh Berbasis Tarif Final 0,5% atas Omzet dan Tarif Umum 22% atas Penghasilan Kena Pajak pada PT. XYZ: Studi Transisi Fasilitas UMKM 2023–2025 Hikmalia Az-Zahra Charity; Yulianti Raharjo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11604

Abstract

Peralihan kebijakan perpajakan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari skema Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5% atas omzet menuju tarif umum berdasarkan Pasal 17 dan Pasal 31E Undang-Undang Pajak Penghasilan sering diasumsikan meningkatkan beban pajak bagi wajib pajak badan. Penelitian ini bertujuan menguji asumsi tersebut melalui perbandingan beban Pajak Penghasilan pada PT. XYZ selama periode 2023–2025 dalam masa transisi berakhirnya fasilitas PPh Final sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus komparatif. Data penelitian berupa laporan keuangan perusahaan dianalisis berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku untuk membandingkan besarnya beban pajak pada masing-masing skema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan skema PPh Final menghasilkan beban pajak yang relatif lebih tinggi dibandingkan penerapan tarif umum pada masa transisi. Kondisi tersebut disebabkan oleh menurunnya laba perusahaan akibat tingginya biaya operasional yang hampir setara dengan omzet, sehingga Penghasilan Kena Pajak menjadi rendah dan beban pajak yang dihitung berdasarkan tarif umum ikut menurun. Selain itu, berakhirnya jangka waktu pemanfaatan fasilitas PPh Final mengharuskan perusahaan beralih menggunakan skema tarif umum sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa anggapan peralihan menuju tarif umum selalu meningkatkan beban pajak tidak selalu terbukti, karena besarnya pajak yang terutang dipengaruhi oleh kondisi laba perusahaan, struktur biaya operasional, serta dasar pengenaan pajak yang digunakan pada masing-masing skema.