Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah gangguan metabolisme berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Remaja dapat berisiko terkena diabetes dengan faktor penyebab dampak kemajuan teknologi berbasis media sosial, tren merokok, riwayat keluarga, pola makan, aktivitas fisik, obesitas. Kurangnya pengetahuan remaja tentang diabetes melitus dapat meningkatkan angka kematian dan kecacatan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja beresiko PTM khususnya tentang penyakit Diabetes Mellitus dan pencegahannya. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan CBR (Community-Based Research) dengan melibatkan penanggungjawab siswa dan tim pengabdian. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada 18 Juli 2025 yang bertempat di ruang kelas MAN 3 Bantul Yogyakarta yang terbagi menjadi 3 sesi kegiatan yaitu: Sesi 1 adalah edukasi etntang penyakit tidak menular menggunakan metode ceramah dan diskusi; Sesi 2: Skrining Remaja dengan menggunakan metode wawancara serta pengisian kuesioner; dan Sesi 3: Evaluasi. Kegiatan ini juga menggunakan Leaflet PTM dan e-Booklet Diabetes Mellitus sebagai media pembelajaran Hasil: Pengetahuan siswa kelas XI sebelum diberikan edukasi tentang PTM di MAN 3 Bantul Yogyakarta mayoritas dalam kategori kurang sebanyak 29 orang (76,3%) dan setelah diberikan edukasi tentang PTM di MAN 3 Bantul Yogyakarta mengalami peningkatan yaitu mayoritas dalam kategori baik sebanyak 31 (84,2%), serta 100% remaja aktif dalam mengikuti edikasi dan skrining resiko PTM dengan hasil sebanyak 31 siswa kelas XII memiliki resiko PTM: Diabetes Mellitus dari orang tua. Simpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan dan deteksi dini faktor resiko PTM terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang PTM di MAN 3 Bantul