Muhammad Raafi’ul Anam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SALAFIYAH THEOLOGY: BETWEEN THE PURIFICATION OF BELIEF AND THE THREAT OF RADICALIZATION IN CONTEMPORARY ISLAM: TEOLOGI SALAFIYAH: ANTARA PENYUCIAN KEYAKINAN DAN ANCAMAN RADIKALISASI DALAM ISLAM KONTEMPORER Surni Kadir; Soraya Attamimi; Muhammad Raafi’ul Anam
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 2 No. 2 (2025): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/4g261t57

Abstract

Artikel ini meninjau kembali teologi Salafi tidak hanya sebagai gerakan penyucian akidah yang berlandaskan pada al-Qur’an dan Sunnah, tetapi juga sebagai fenomena keagamaan yang kompleks, yang terbentuk oleh dinamika historis, etika, dan sosial. Dalam konteks modern, Salafisme menghadapi tantangan signifikan dalam mendamaikan komitmen terhadap literalisme tekstual dan kemurnian teologis dengan tuntutan masyarakat plural serta perubahan dalam penafsiran keagamaan. Melalui tinjauan pustaka yang bersifat fenomenologis, studi ini mengeksplorasi bagaimana para penganut Salafi merespons ketegangan antara otentisitas doktrinal yang kaku dan realitas transformasi sosial-politik yang dinamis.Penelitian ini menyoroti bahwa Salafisme, meskipun berakar pada klaim kembali kepada ajaran Islam awal (al-salaf al-ṣāliḥ), tidak terlepas dari pengaruh modernitas, tekanan politik, serta wacana Islam global. Oleh karena itu, Salafisme tidak hanya dipahami sebagai sikap teologis semata, melainkan juga sebagai realitas sosial yang dijalani dan dipraktikkan, yang dibentuk oleh interaksi lintas negara, pemaknaan lokal, serta perdebatan internal dalam komunitasnya. Unsur-unsur seperti pembentukan identitas, pengendalian spiritual, kerangka etika, serta batasan komunitas menjadi elemen penting dalam memahami wajah Salafisme kontemporer.Dengan pendekatan hermeneutik dan reflektif, studi ini memandang Salafisme sebagai sebuah pengalaman keberagamaan yang dinamis dan hidup dalam konteks global Islam maupun dalam ekspresi lokal yang beragam. Temuan ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih bernuansa terhadap teologi Salafi, tidak semata sebagai gerakan reaksioner atau literalistik, tetapi sebagai jalan spiritual yang terus bergulat dengan perubahan zaman, tanpa kehilangan klaimnya atas kemurnian tauhid dan konsistensi teologis.