Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Model Pembelajaran Klasikal Untuk Mengembangkan Aspek Sosial Emosional Anak Kelompok B di RA Muslimat NU 051 Setono Jenangan Ponorogo Cindy Nanda; Ratna Nila Puspitasari
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 4 No. 01 (2025): Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kindergarten.v4i01.5255

Abstract

Permasalahan dalam pengembangan sosial emosional anak usia dini masih sering ditemukan,terutama dalam penerapan model pembelajaran klasikal yang belum sepenuhnya efektif. DiRA Muslimat NU 051 Setono Jenangan Ponorogo, anak-anak kelompok B menunjukkanketerbatasan dalam kemampuan berinteraksi, mengenali emosi, dan bekerja sama denganteman sebaya. Permasalahan inilah yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini, yaitubagaimana mengoptimalkan model pembelajaran klasikal agar dapat menunjangperkembangan sosial emosional anak kelompok B secara lebih maksimal. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Penerapan model pembelajaran klasikal di RAMuslimat NU 051 Setono Jenangan Ponorogo; (2) Perkembangan sosial emosional anak di RAMuslimat NU 051 Setono Jenangan Ponorogo; dan (3) Upaya guru untuk mengoptimalkanmodel pembelajaran klasikal dalam mengembangkan sosial emosional anak di RA MuslimatNU 051 Setono Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenispenelitian studi kasus, dengan subjek penelitian yaitu anak-anak kelompok B1 dan guru di RAMuslimat NU 051 Setono Jenangan Ponorogo. Teknik pengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan konsepdari Miles, Hubermen, dan Saldana, dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data yang ditemukanbahwa, (1) Penerapan model pembelajaran klasikal di RA Muslimat NU 051 menggunakanmetode langsung untuk mengelola susana pengajaran dan untuk mengorganisasian pesertadidik agar dapat bertanggung jawab atas situasi kelas dalam proses pembelajaran; (2)Perkembangan sosial emosional anak di RA Muslimat NU 051 tampak berkembang secarabertahap dan positif; (3) Upaya guru untuk mengoptimalkan model pembelajaran klasikaldalam mengembangkan sosial emosional anak di RA Muslimat NU 051, guru berperan sebagaipengarah yang memastikan setiap anak memperoleh pengalaman sosial yang konsisten, yangpada akhirnya akan membentuk kedisiplinan dan sikap mandiri.
Pengaruh Reward Stiker terhadap Sikap Tanggung Jawab Anak Usia Dini: Studi Kuasi Eksperimen Nurin Nur Aini; Ratna Nila Puspitasari
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kindergarten.v5i1.6358

Abstract

Sikap tanggung jawab merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial emosional anak usia dini yang perlu dikembangkan sejak dini melalui berbagai strategi pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian reward sebagai bentuk penguatan positif (positive reinforcement). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reward stiker terhadap sikap tanggung jawab anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di TK Islam Siti Khodijah Ngrupit, Jenangan, Ponorogo dengan melibatkan 30 anak kelompok B yang terdiri atas 14 anak pada kelompok eksperimen dan 16 anak pada kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar penilaian sikap tanggung jawab yang dilakukan pada tahap pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pemberian perlakuan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa reward stiker berpengaruh terhadap sikap tanggung jawab anak usia dini. Pemberian reward stiker sebagai bentuk penguatan positif membantu memperkuat perilaku bertanggung jawab, seperti menyelesaikan tugas, mematuhi aturan, dan mengembalikan alat belajar ke tempat semula. Dengan demikian, reward stiker dapat digunakan sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk mendukung pengembangan karakter tanggung jawab pada anak usia dini.
The Effect of Javanese Krama Alus Language Habituation on the Moral Intelligence of Children Aged 5-6 Years with Polite Language Behavior as a Mediator Variable Fadella Octa Dwi Putri; Safiruddin Al Baqi; Ratna Nila Puspitasari
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12079

Abstract

This study aims to analyze the influence of Javanese language habituation on the moral intelligence of children aged 5–6 years with language politeness behavior as a mediator variable. Previous studies have only explained the relationship between regional languages and character formation in general, but have not comprehensively studied the influence of Javanese habituation on moral intelligence based on the framework of moral intelligence and the mediation mechanism of polite language behavior. This research is based on Michele Borba's theory of moral intelligence which explains that children's moral development is built through the seven main virtues, as well as behavioristic which emphasizes the importance of habituation in shaping behavior. This study uses a quantitative approach with an explanatory research design involving 250 preschool-age children in the Madiun Residency area, East Java, Indonesia. Data was collected through questionnaires filled out by parents, then analyzed using mediation analysis in the JASP app. The results showed that the habituation of Javanese good krama had a positive and significant influence directly on children's moral intelligence (β = 0.104; p = 0.005). In addition, the habit of Javanese good manners was also shown to have a significant influence on language etiquette (β = 0.370; p < 0.001), while language etiquette had a very strong positive influence on children's moral intelligence (β = 0.797; p < 0.001). The results of the mediation test showed that language politeness significantly mediated the relationship between Javanese language habits and moral intelligence (β = 0.295; p < 0.001), thus indicating the existence of partial mediation. Findings This research makes a theoretical contribution by expanding the study of the relationship between local culture-based language and moral intelligence through the mediation mechanism of language manners, as well as providing practical contributions for teachers and parents in developing early childhood character education through habituation of the use of Javanese krama alus.