Ega Dandaka Awie (STAI Nurul Falah Air Molek)
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Falah Air Molek

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penggunaan QRIS dalam Meningkatkan Efisiensi Transaksi pada UMKM Perspektif Ekonomi Syariah Ega Dandaka Awie (STAI Nurul Falah Air Molek); Muhammad Apis Daulay (STAI Nurul Falah Air Molek)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 03 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i03.5358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam meningkatkan efisiensi transaksi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meninjaunya dari perspektif ekonomi syariah. Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan sistem pembayaran dari transaksi tunai menuju transaksi non tunai yang lebih praktis, cepat, dan aman. QRIS hadir sebagai standar pembayaran berbasis kode QR yang memudahkan pelaku UMKM dalam menerima pembayaran dari berbagai aplikasi penyedia jasa pembayaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM yang menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran dalam kegiatan usahanya. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS mampu meningkatkan efisiensi transaksi pada UMKM melalui percepatan proses pembayaran, pengurangan penggunaan uang tunai, kemudahan pencatatan transaksi, serta peningkatan keamanan dalam bertransaksi. Selain itu, QRIS membantu pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih tertib dan transparan. Dari perspektif ekonomi syariah, penggunaan QRIS sejalan dengan prinsip kemaslahatan, transparansi (al-shidq), kemudahan (taysir), dan efisiensi dalam kegiatan muamalah selama tidak mengandung unsur riba, gharar, maupun maysir. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan jaringan internet, rendahnya literasi digital sebagian pelaku usaha, serta kurangnya pemahaman mengenai fitur dan manfaat QRIS. Penelitian ini menegaskan bahwa QRIS tidak hanya berperan sebagai inovasi sistem pembayaran digital, tetapi juga menjadi instrumen yang mendukung pengembangan UMKM secara efektif dan sesuai dengan nilai-nilai ekonomi syariah.