Abdul Hayyaqdhan Ashufah
Université Hassan II, Casablanca

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Baby Blues Syndrome dan Pemenuhan Hak Perempuan dalam Perspektif Maqashid Syari’ah Abdul Hayyaqdhan Ashufah; Adib Rofiddin Basori; Ahmad Hikam Mutha'aliin
Manhajuna: Jurnal Hukum Islam dan Fiqih Kontemporer Vol. 1 No. 1 (2026): Dinamika Fiqih Kontemporer: Antara Tradisi, Transformasi Sosial, dan Maqāṣid Sy
Publisher : STIT Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/manhajuna.v1i1.795

Abstract

Baby blues syndrome merupakan gangguan kesehatan mental yang dialami sebagian perempuan pasca melahirkan dan berpotensi memengaruhi stabilitas emosional ibu, relasi keluarga, serta pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab dan dampak baby blues syndrome pada ibu pasca melahirkan serta meninjaunya dalam perspektif Maqashid Syari’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Data diperoleh melalui wawancara dengan ibu yang mengalami baby blues syndrome serta suami dan anggota keluarga, disertai dengan telaah literatur dari jurnal dan sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baby blues syndrome dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan biologis, dengan dukungan suami dan keluarga sebagai faktor penting dalam stabilitas kondisi ibu. Dalam perspektif Maqashid Syari’ah, baby blues syndrome berkaitan dengan perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan perlindungan akal (ḥifẓ al-‘aql), sehingga penanganannya perlu ditempatkan sebagai upaya perlindungan hak perempuan dan kepentingan terbaik anak. Penelitian ini menegaskan bahwa baby blues syndrome tidak dapat dipandang sebagai persoalan individual semata, melainkan sebagai isu keluarga yang memiliki implikasi normatif dalam hukum keluarga Islam.