Amin Nur Kholid
STID Mohammad Natsir Bekasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Normalisasi Hutang di Kalangan Generasi Digital: Studi Sosio-Yuridis dalam Perspektif Maqashid Syari’ah Amin Nur Kholid
Manhajuna: Jurnal Hukum Islam dan Fiqih Kontemporer Vol. 1 No. 1 (2026): Dinamika Fiqih Kontemporer: Antara Tradisi, Transformasi Sosial, dan Maqāṣid Sy
Publisher : STIT Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/manhajuna.v1i1.803

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena normalisasi hutang digital di kalangan generasi digital dalam perspektif hukum Islam kontemporer. Transformasi teknologi finansial, seperti fitur paylater, cicilan e-commerce, dan pinjaman online berbasis aplikasi, telah menggeser makna hutang dari instrumen darurat menjadi bagian dari praktik konsumsi rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan makna tersebut, mengidentifikasi faktor pendorongnya, serta menganalisis implikasi normatifnya dalam kerangka hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan pengguna hutang digital. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka maqāṣid al-sharī‘ah sebagai pisau analisis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi hutang digital dipengaruhi oleh faktor teknologis (kemudahan akses dan integrasi sistem pembayaran), faktor sosial-budaya (konsumerisme digital dan tekanan sosial), serta faktor regulatif yang memberikan legitimasi formal terhadap praktik tersebut. Dalam perspektif hukum Islam, fenomena ini menimbulkan ketegangan antara keabsahan akad secara formal dan dimensi moral serta maqāṣid, khususnya dalam aspek perlindungan harta (ḥifẓ al-māl) dan pencegahan praktik yang mendekati riba. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pendekatan hukum Islam yang tidak hanya berorientasi pada legalitas akad, tetapi juga pada dimensi etika, sosial, dan dampak perilaku ekonomi generasi digital. Penelitian ini menegaskan urgensi penguatan literasi hukum Islam dan pendekatan berbasis maqāṣid dalam merespons dinamika hutang digital di era kontemporer.