Suharma
Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Positive Deviance sebagai Strategi Melawan Feminisasi Kemiskinan: Studi Fenomenologi pada Pemberdayaan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi melalui Pelatihan Vokasi di Cianjur Bambang Rustanto; Tuti Kartika; Suharma; Enung Huripah; Dwi Yuliani; Aryohaji Istyawan
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni- Juli 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i4.8648

Abstract

Feminisasi kemiskinan menjadi tantangan struktural yang kompleks, khususnya bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) yang menanggung beban ganda sebagai kepala keluarga tunggal. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengoperasionalkan pendekatan Positive Deviance (PD) melalui metodologi siklus 6D yaitu Define, Determine, Discover, Design, Discern, Disseminate sebagai model intervensi berbasis kekuatan komunitas (strength-based approach) dalam konteks pelatihan vokasi di Vocational Training Center (VTC) Yayasan Usaha Mulya (YUM) Cipanas, Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-fenomenologi. Informan berjumlah 6 orang, terdiri dari 3 PRSE, 1 fasilitator YUM, 1 ketua RT, dan 1 pengurus Puskesos (YA). Informan dipilih melalui teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Bogdan-Biklen melalui tiga tahap: unitisasi, kategorisasi tematik, dan interpretasi fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi siklus 6D berhasil mengidentifikasi "Keluarga Pionir" sebagai aktor PD yang mentransformasi PRSE melalui tiga manifestasi utama: resiliensi psikososial, inovasi strategi koping ekonomi, dan rekayasa keberfungsian sosial kolektif. Pendekatan PD terbukti efektif menggeser paradigma dari karitatif-defisit menjadi pemberdayaan berbasis aset, sekaligus menekan dampak the second shift dan memulihkan kemandirian ekonomi PRSE secara berkelanjutan.