Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Sampah Melalui Bakti Sosial di Lingkungan Wisata Air Gunam Sekadau Maylani Lucky; Herlina Herlina; Doni Hermawan Dwi Yulianto
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.777

Abstract

Sampah plastik merupakan masalah lingkungan yang serius, terutama di kawasan wisata alam seperti Wisata Air Gunam, Sekadau. Kurangnya kesadaran masyarakat dan pengunjung terhadap dampak sampah plastik berkontribusi pada pencemaran lingkungan dan menurunnya kualitas destinasi wisata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya sampah plastik melalui pendekatan edukatif dan aksi nyata berupa bakti sosial serta gerakan bersih lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pembersihan area wisata, pemasangan imbauan, dan evaluasi bersama. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Mei 2025 dengan melibatkan masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan pengelola wisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, munculnya komitmen penyediaan tempat sampah terpilah, serta rencana pembentukan komunitas sadar lingkungan. Meskipun terdapat kendala seperti minimnya fasilitas dan cuaca yang kurang mendukung, pendekatan partisipatif dan edukatif terbukti efektif dalam menumbuhkan tanggung jawab kolektif terhadap pengelolaan sampah. Kegiatan ini berdampak positif terhadap kebersihan kawasan wisata dan menjadi langkah awal menuju wisata yang Lestari. 
Analisis Sistem Sapaan Kekerabatan pada Masyarakat Dayak Kerabat di Kabupaten Sekadau Herlina Herlina; Fitri Wulansari; Abang Ismail Bin Haji Abang
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i1.8797

Abstract

The Dayak Kerabat community in Sekadau Regency has a kinship address system that not only reflects biological relationships but also embodies social norms, customs, and cultural values that are highly esteemed. This study aims to analyze the forms and meanings of kinship address terms in the Dayak Kerabat community and to understand how this system plays a role in building and maintaining social relationships. This research employs a descriptive method with a qualitative approach in sociolinguistics. Data were obtained through interviews with selected informants. The data analysis technique follows Miles and Huberman’s interactive model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the kinship address system in the Dayak Kerabat community is divided into two main lineage patterns: vertical and horizontal. The terms of address used not only signify blood relations but also carry social meanings, such as respect for elders, social stratification, and customary marriage regulations. This study contributes to sociolinguistic research and the preservation of local language and culture, particularly in understanding the social dynamics of the Dayak Kerabat community.  
Makna Mitos dan Representasi Budaya Dayak Iban dalam Lagu “BUNSU RUSA” Herlina Herlina
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i2.10485

Abstract

Lagu Bunsu Rusa merupakan lagu berbahasa Iban yang mengangkat kisah mitologis tentang makhluk gaib dalam tradisi masyarakat Dayak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi mitos, simbol alam, relasi manusia dan makhluk gaib, serta nilai moral dan fungsi sosial mitos yang terkandung dalam lirik lagu Bunsu Rusa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks budaya. Data penelitian berupa penggalan lirik lagu yang mengandung unsur mitologis dan simbol budaya, yang dianalisis dengan merujuk pada teori folklor dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Bunsu Rusa merepresentasikan tokoh makhluk gaib sebagai entitas supranatural yang hidup berdampingan dengan manusia, dengan alam—seperti bukit dan sungai—diposisikan sebagai ruang sakral dan transisi antara dua dunia. Selain itu, mitos dalam lagu ini berfungsi sebagai media penyampai nilai moral, terutama terkait kehati-hatian, kepatuhan terhadap adat, dan penghormatan terhadap kekuatan tak terlihat. Popularitas lagu Bunsu Rusa di media digital menunjukkan bahwa mitos dan nilai budaya lokal tetap relevan dan dapat diwariskan melalui kemasan musik populer di era budaya digital.   Bunsu Rusa is an Iban-language song that presents a mythological narrative concerning a supernatural being within the cultural tradition of the Dayak community. This study aims to describe the representation of myth, natural symbols, the relationship between humans and supernatural beings, as well as the moral values and social functions of myth contained in the lyrics of Bunsu Rusa. This research employs a descriptive qualitative approach using cultural text analysis. The data consist of selected lyric excerpts containing mythological elements and cultural symbols, which are analyzed with reference to folklore and myth theories. The findings indicate that the lyrics of Bunsu Rusa represent supernatural beings as entities that coexist with humans, while natural elements such as hills and rivers are positioned as sacred and transitional spaces between the human and spiritual worlds. Furthermore, the myth functions as a medium for conveying moral values, particularly caution, obedience to customary norms, and respect for unseen forces. The popularity of Bunsu Rusa on digital media demonstrates that local myths and cultural values remain relevant and can be transmitted through popular music within the context of digital culture.