Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penerapan praktik kerja yang ramah lingkungan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah green training, yaitu pelatihan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pegawai dalam mendukung efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, serta budaya kerja berwawasan lingkungan. Permasalahan kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, hanya 343 dari 1.152 tenaga kesehatan (21,38%) yang mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Green Training terhadap Kinerja RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 297 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Variabel green training diukur berdasarkan aspek pemahaman materi pelatihan, relevansi pelatihan, dukungan organisasi, dan penerapan perilaku kerja ramah lingkungan, sedangkan kinerja rumah sakit dinilai berdasarkan aspek efektivitas kerja, efisiensi pelayanan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kualitas layanan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green training memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja RSUD Bahteramas dengan nilai p = 0,000 dan nilai koefisien hubungan sebesar (φ) = 0,829). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas green training berpotensi mendukung perbaikan kinerja rumah sakit melalui penguatan kompetensi dan perilaku kerja ramah lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan program green training secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia dan tata kelola rumah sakit yang berorientasi pada keberlanjutan.