Sistem Informasi Kesehatan Digital (SIK Digital) merupakan komponen penting dalam transformasi layanan kesehatan yang berperan dalam pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan SIK Digital melalui Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada pangkalan data Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan rentang waktu 2020–2026. kriteria inklusi meliputi artikel penelitian orisinal atau systematic review dalam bentuk full-text yang membahas implementasi, efektivitas, dan evaluasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) digital. Berdasarkan kriteria inklusi, terpilih 15 artikel relevan yang dianalisis menggunakan teknik sintesis tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pemanfaatan SIK digital secara signifikan meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat akses informasi kesehatan, dan memperkuat sistem surveilans untuk deteksi dini penyakit. Secara spesifik, digitalisasi terbukti meningkatkan akurasi dokumentasi klinis pada layanan keperawatan, mengoptimalkan distribusi obat di farmasi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Meskipun tren digitalisasi terus meningkat secara global, tantangan utama yang ditemukan adalah adanya ketimpangan akses (digital divide) yang dapat memperlebar jurang inklusivitas layanan kesehatan. Selain itu, sistem pemantauan jarak jauh (remote monitoring) dan rehabilitasi digital tercatat memberikan kontribusi positif terhadap responsivitas pelayanan dan hasil klinis pasien. Implementasi sistem informasi kesehatan digital memberikan manfaat luas dalam efisiensi dan kualitas data layanan kesehatan. Diperlukan upaya strategis untuk mengatasi ketimpangan akses agar manfaat digitalisasi kesehatan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat.