Evaluasi ekonomi menjadi instrumen krusial dalam pengambilan keputusan di sektor kesehatan guna memastikan alokasi sumber daya yang terbatas dapat menghasilkan luaran kesehatan yang optimal. Pertumbuhan biaya pelayanan kesehatan menuntut adanya analisis yang mendalam terhadap efisiensi berbagai intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai penerapan evaluasi biaya dan ekonomi dalam layanan kesehatan berdasarkan literatur terkini. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik dengan fokus pada artikel yang dipublikasi antara tahun 2020 hingga 2025. Sebanyak 15 artikel relevan dipilih yang mencakup topik evaluasi ekonomi seperti Cost-Effectiveness Analysis (CEA), Cost-Utility Analysis (CUA), serta analisis dampak ekonomi dari teknologi digital dan intervensi klinis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya layanan. Intervensi spesifik seperti operasi metabolik, artroplasti sendi panggul, dan layanan farmasi klinik menunjukkan efektivitas biaya yang lebih baik dibandingkan terapi konvensional. Di sektor perawatan kritis (ICU), evaluasi ekonomi melalui parameter QALY (Quality-Adjusted Life Year) membantu mengidentifikasi intervensi yang memberikan peningkatan kualitas hidup yang signifikan bagi pasien. Lebih lanjut, intervensi preventif pada kesehatan mental dan pendekatan person-centered care terbukti lebih efisien secara ekonomi dalam jangka panjang dibandingkan model kuratif tradisional. Evaluasi ekonomi memberikan bukti empiris bahwa efisiensi biaya dapat dicapai tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan. Penggunaan metode CEA dan CUA yang tepat, dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi kesehatan digital, merupakan strategi utama bagi manajemen rumah sakit dan pengambil kebijakan dalam menciptakan sistem kesehatan yang berkelanjutan.