Kartini Kartini
Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Masyarakat Di Puskesmas Mantangai Kartini Kartini; Ratna Roesardhyati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1175

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pada sistem pencernaan yang masih sering terjadi di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan. Pola makan yang tidak teratur diduga dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu terjadinya gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 72 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kejadian gastritis yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 56–65 tahun sebanyak 19 responden (26,40%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 54 responden (75,00%), berpendidikan SMA sebanyak 28 responden (38,90%), dan memiliki pendapatan UMR per bulan sebanyak 38 responden (52,80%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square melalui Continuity Correction diperoleh nilai p-value sebesar 0,828 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantangai, hal ini terjadi karena ada banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti stres, obat-obatan dan faktor genetik.