Wahyuni Saputri
Universitas Prima Indonesia Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 1-3 Tahun Juli Hartati Siregar; Debi Novita Siregar; Wahyuni Saputri; Lucvi Mega Utami; Nurfarlina Nurfarlina; Nuriana Nuriana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1262

Abstract

Di Indonesia, 2 dari 1.000 bayi menunjukkan hambatan kemampuan motorik, 3 hingga 6 dari 1.000 bayi menderita kerusakan daya dengar, serta 1 dari 100 anak mengalami keterlambatan intelektual dan komunikasi . Proses kognitif dan motorik anak yang optimal dipengaruhi oleh lingkungan pembinaan, yang mencakup pemberian rangsangan dan keterkaitan antara ibu dan anak sebagai faktor utama. Ibu berperan besar dalam mendukung tahap kematangan anak, karena orang tua berperan dalam memberikan rangsangan pada aspek motorik, sensorik, kognitif, dan sosial, serta mampu mendeteksi adanya gangguan perkembangan sejak dini. Kajian ini menggunakan teknik kuantitatif melalui desain cross-sectional, di mana pengukuran dilakukan sekaligus pada satu waktu untuk mendeteksi adanya keterkaitan antara variabel pemicu dan variabel terkait melalui kuesioner. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di PMB Dewi Sandra, Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, tampak bahwa masih banyak ibu yang belum memahami apakah pematangan dan peningkatan buah hatinya, khususnya pada kategori motorik kasar, telah berlangsung dengan baik. Uji chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,035 dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebab p lebih rendah dari batas ketentuan (0,035 < 0,05), analisis ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara pola asuh orang tua dan perkembangan motorik kasar pada anak usia 1 – 3 tahun di PMB Dewi Sandra, Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, pada tahun 2026.