Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Komparatif Kandungan Fitokimia dan Potensi Farmakologis Jahe Merah dan Jahe Putih di Indonesia Nerdy; Nilsya Febrika Zebua; Jeremia Pardo Simatuapang; Sayora Arilla Eliza; Belinda Azaria Zebua
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1310

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan jahe putih (Zingiber officinale var. amarum) merupakan komoditas farmasi unggulan Indonesia yang memiliki perbedaan profil fitokimia dan potensi farmakologis. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk membandingkan profil fitokimia dan bioaktivitas kedua varietas jahe terhadap Staphylococcus aureus berdasarkan literatur tahun 2020–2026. Metode: Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review melalui database PubMed, Google Scholar, dan SINTA. Dari 145 artikel yang teridentifikasi, hanya 20 jurnal utama yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil: Sintesis data menunjukkan jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri (2,58%–3,90%) serta senyawa fenolik (gingerol dan shogaol) yang lebih tinggi dibandingkan jahe putih. Dalam pengujian antibakteri terhadap S. aureus, jahe merah menghasilkan diameter zona hambat sebesar 17,83 mm, lebih unggul dibandingkan jahe putih yang hanya mencapai 17,16 mm. Jahe merah juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 10,35 µg/mL serta potensi imunomodulator yang signifikan. Kesimpulan: Jahe merah memiliki efikasi farmakologis yang lebih unggul dibandingkan jahe putih, sehingga lebih direkomendasikan sebagai bahan baku utama dalam pengembangan produk fitofarmaka antibakteri dan imunostimulan terstandar di Indonesia.