Umi Dwi Sumiyanah
Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Tepung Tempe dan Tepung Ikan Teri Nasi dalam Pengembangan Bubur Instan MP-ASI: Tinjauan Literatur Umi Dwi Sumiyanah; Fathma Syahbanu; Rini Harianti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1327

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang banyak ditemukan pada bayi dan balita di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang memiliki kandungan protein dan mikronutrien yang memadai. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji potensi tepung tempe dan tepung ikan teri nasi dalam pengembangan bubur instan MP-ASI bagi bayi usia 6-11 bulan. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review melalui pencarian artikel pada basis data Google Scholar dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2016-2026. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria dan digunakan dalam sintesis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa tepung tempe berpotensi meningkatkan kandungan protein serta memperbaiki karakteristik fisik bubur instan, sedangkan tepung ikan teri nasi merupakan sumber protein hewani, kalsium, zat besi, seng, DHA, dan EPA yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kombinasi kedua bahan tersebut berpotensi menghasilkan bubur instan MP-ASI dengan kualitas protein yang lebih baik, kandungan mikronutrien yang lebih lengkap, serta karakteristik fisik yang sesuai. Oleh karena itu, tepung tempe dan tepung ikan teri nasi berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku bubur instan MP-ASI berbasis pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting.