Gifthera Dwilestari
Sistem Informasi, STMIK IKMI Cirebon

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DATA TRANSAKSI PENJUALAN BARANG MENGGUNAKAN TEKNIK K-MEANS CLUSTERING Moh Fajar Maulana Adji; Gifthera Dwilestari
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 1 (2025): JATI Vol. 9 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i1.12433

Abstract

PT. Swiss Padma Jaya Cirebon menghadapi tantangan dalam memahami pola pembelian pelanggan yang semakin kompleks, terutama dengan pertumbuhan volume data transaksi yang besar dan beragam. Hal ini menyulitkan perusahaan untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif serta mengoptimalkan manajemen stok dan alokasi sumber daya. Dalam konteks ini, analisis data menjadi sangat penting untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai perilaku pelanggan dan tren penjualan produk. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan model clustering pada data transaksi penjualan di PT. Swiss Padma Jaya Cirebon menggunakan algoritma K-Means. Dataset yang digunakan terdiri dari berbagai atribut penting, termasuk Cust. Code, Customer Name, Shipment, Salesman, Product Code, Product Name, Sales Order No, Sales Order Date, Qty SO, Brutto SO, DPP SO, Invoice No, BRAND, dan CATEGORY2. Melalui clustering ini, diharapkan dapat diidentifikasi pola pembelian pelanggan serta produk yang sering terjual, sehingga perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data transaksi penjualan, pembersihan data (data cleaning) untuk memastikan kualitas data, dan penerapan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data berdasarkan pola pembelian dan kategori produk. Evaluasi model dilakukan dengan menggunakan indeks evaluasi seperti Davies-Bouldin Index untuk memastikan kualitas cluster yang terbentuk. Proses pengujian melibatkan berbagai inisialisasi dan variasi jumlah cluster untuk mendapatkan hasil optimal. Hasil penelitian menunjukkan algoritma K-Means berhasil membentuk sepuluh klaster dengan distribusi item yang beragam. Klaster terbesar mencakup 4.884 item, sementara beberapa klaster lainnya berisi lebih sedikit data. Evaluasi model menghasilkan nilai DBI sebesar 0,011, menunjukkan klaster yang sangat baik, dengan pemisahan antar-klaster yang optimal dan kesamaan dalam klaster. Penambahan atribut seperti frekuensi transaksi dan lokasi penjualan diidentifikasi dapat meningkatkan akurasi model. Hasil clustering ini mengungkap pola transaksi, seperti produk musiman dan pelanggan yang rutin membeli merek tertentu, yang dapat mendukung strategi pemasaran yang lebih terfokus dan efisien. Penelitian ini membuktikan bahwa algoritma K-Means adalah alat yang efektif untuk analisis data transaksi penjualan di perusahaan
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA NAIVE BAYES DAN DECISION TREE DALAM KLASIFIKASI KANKER PARU-PARU Gifthera Dwilestari; Turfa Azmi Afifah
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 1 (2025): JATI Vol. 9 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i1.12463

Abstract

Kanker paru-paru merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, menjadikan deteksi dini sebagai hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma Naive Bayes dan Decision Tree dalam klasifikasi kanker paru-paru. Metode penelitian melibatkan tahapan Knowledge Discovery in Databases (KDD), termasuk pemilihan data, praproses, transformasi, penambangan data, dan interpretasi hasil. Dataset yang digunakan berasal dari repository publik dengan berbagai fitur terkait kondisi pasien. Hasil menunjukkan bahwa Naive Bayes memiliki akurasi lebih tinggi sebesar 92,47% dan unggul dalam mendeteksi kelas positif (recall sebesar 98,77%), tetapi kurang optimal pada kelas negatif. Sementara itu, Decision Tree menunjukkan akurasi 88,17% dengan keseimbangan deteksi antar kelas yang lebih baik (recall kelas negatif sebesar 66,67%). Berdasarkan hasil tersebut, Naive Bayes lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan deteksi cepat dan efisien, sedangkan Decision Tree lebih sesuai untuk skenario dengan kebutuhan keseimbangan deteksi antar kelas. Penelitian ini memberikan rekomendasi algoritma yang sesuai berdasarkan kebutuhan spesifik aplikasi dan menyarankan pengembangan lebih lanjut untuk optimasi algoritma.
PREDIKSI PERSETUJUAN PINJAMAN MENGGUNAKAN DATASET LOAN APPROVAL MENGGUNAKAN ALGORITMA KLASIFIKASI Moh. Ichlasul Amal Rois; Gifthera Dwilestari; Nana Suarna
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 1 (2025): JATI Vol. 9 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i1.12486

Abstract

Persetujuan pinjaman merupakan aspek kritis dalam industri keuangan yang mempengaruhi kelancaran operasional bank dan lembaga keuangan. Namun, proses evaluasi permohonan pinjaman seringkali memakan waktu dan rawan kesalahan manusia. Oleh karena itu, diperlukan sistem prediksi yang efektif untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi persetujuan pinjaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi persetujuan pinjaman menggunakan dataset Loan Approval dengan menerapkan algoritma klasifikasi. Masalah yang dihadapi adalah bagaimana mengidentifikasi faktor-faktor penting yang mempengaruhi persetujuan pinjaman dan membangun model yang dapat memprediksi hasil dengan tingkat akurasi yang tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengumpulan dan praproses data, eksplorasi data untuk memahami distribusi dan karakteristiknya, serta penerapan berbagai algoritma klasifikasi seperti Logistic Regression, Decision Tree, dan Random Forest. Model yang dibangun kemudian dievaluasi menggunakan metrik kinerja seperti akurasi, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest memberikan kinerja terbaik dengan akurasi mencapai 85%, precision 83%, recall 82%, dan F1-score 82%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan algoritma klasifikasi dapat membantu lembaga keuangan dalam membuat keputusan persetujuan pinjaman yang lebih tepat dan efisien, sehingga dapat mengurangi risiko kredit macet dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang teknologi keuangan dengan mengusulkan model prediksi yang dapat diimplementasikan dalam sistem penilaian kredit yang lebih cerdas dan responsif.