Agus Wiranto
Teknik Informatika, Universitas Pamulang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN KUALITAS UDARA DAN SUHU MENGGUNAKAN SENSOR MQ 135 DAN DHT 11 MELALUI WEBSITE BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Muhammad Ikhwanudin; Agus Wiranto
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16927

Abstract

Aktivitas praktik di lingkungan bengkel sekolah, khususnya pada bengkel mesin bubut, berpotensi menghasilkan udara tercemar yang berasal dari proses pemotongan logam, penggunaan pelumas, serta debu hasil pengerjaan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan siswa dan guru, terutama pada ruang kerja tertutup yang tidak didukung oleh sistem sirkulasi udara yang memadai. Permasalahan ini diperparah dengan belum tersedianya sistem pemantauan kualitas udara dan suhu yang mampu bekerja secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pemantauan kualitas udara dan suhu berbasis Internet of Things (IoT) pada bengkel mesin bubut SMKN 4 Tangerang. Sistem dikembangkan menggunakan sensor MQ135 untuk mendeteksi kualitas udara dan sensor DHT11 untuk mengukur suhu, yang diintegrasikan dengan mikrokontroler NodeMCU ESP32. Data hasil pengukuran dikirimkan melalui jaringan WiFi dan ditampilkan secara real-time pada website pemantauan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi perubahan kualitas udara dan suhu dengan baik. Selain itu, sistem memberikan peringatan melalui LED dan buzzer ketika kualitas udara berada pada kondisi tidak aman. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat membantu pihak sekolah dalam memantau kondisi lingkungan bengkel serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan proses pembelajaran praktik
DESENTRALISASI SISTEM KEAMANAN IOT RUMAH PINTAR BERBASIS BLOCKCHAIN Ardilla Ekrinifda; Agus Wiranto
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 2 (2026): JATI Vol. 10 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i2.17278

Abstract

Perkembangan Internet of Things (IoT) mendorong penerapan sistem rumah pintar, khususnya pada perangkat keamanan seperti Closed Circuit Television (CCTV). Namun, sistem penyimpanan rekaman CCTV yang masih bersifat terpusat memiliki kelemahan berupa risiko kehilangan data, manipulasi, serta ketergantungan pada satu media penyimpanan. Permasalahan tersebut berpotensi mengurangi keandalan sistem keamanan rumah pintar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem keamanan IoT rumah pintar berbasis blockchain dengan memanfaatkan InterPlanetary File System (IPFS) sebagai media penyimpanan terdistribusi guna meningkatkan keamanan, integritas, dan ketersediaan data rekaman CCTV. Metode penelitian yang digunakan adalah metode prototipe, yang meliputi proses perekaman CCTV, penyimpanan video ke IPFS untuk menghasilkan Content Identifier (CID), serta pencatatan CID ke dalam blockchain melalui smart contract pada jaringan blockchain privat. Pengujian dilakukan pada aspek distribusi data, integritas data, dan ketersediaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekaman CCTV berhasil disimpan secara terdesentralisasi, perubahan data dapat terdeteksi melalui perbedaan CID, serta data tetap dapat diakses meskipun terjadi gangguan pada penyimpanan lokal. Dengan demikian, integrasi blockchain dan IPFS terbukti efektif sebagai solusi alternatif penyimpanan rekaman CCTV pada sistem rumah pintar.
PENGEMBANGAN DAN PERANCANGAN SISTEM APLIKASI MONITORING SANKSI BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE PUSH NOTIFICATION DI DIREKTORAT PENGAWASAN FINTECH OJK Hendrik Purnama Yuniar; Agus Wiranto
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 3 (2026): JATI Vol. 10 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i3.18412

Abstract

Pengawasan terhadap perusahaan fintech oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan sektor keuangan digital. Salah satu komponen utama dalam pengawasan ini adalah pelaksanaan sanksi terhadap perusahaan yang melanggar peraturan. Saat ini, proses pengawasan saksi masih dilakukan secara manual menggunakan Google Spreadsheet, sehingga kurang efisien dan tidak responsif terhadap dinamika industri fintech yang berkembang pesat. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring sanksi berbasis web menggunakan metode push notification di Direktorat Pengawasan Fintech OJK. Sistem ini dirancang untuk mengotomatisasi pencatatan pelanggaran, pengelolaan data sanksi, dan pengiriman notifikasi peringatan secara real-time melalui email. Sistem dibangun menggunakan framework CodeIgniter, bahasa pemrograman PHP, dan database MySQL, serta menerapkan metode push notification untuk pengiriman reminder otomatis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mencatat data sanksi secara terstruktur, menampilkan informasi real-time melalui dashboard, dan mengirimkan notifikasi email peringatan H-5 sebelum jatuh tempo sanksi. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu staf OJK mempercepat proses pengawasan sanksi, meningkatkan akurasi data, serta memberikan solusi inovatif untuk optimalisasi pengawasan di sektor fintech.
Safety Analysis Using Seven Basic Quality Tools Fishbone Diagram Agus Wiranto
INFOKUM Vol. 13 No. 03 (2025): Infokum
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/infokum.v13i03.2819

Abstract

Workplace hazards have the potential to cause occupational diseases. Occupational diseases are illnesses caused by work and/or the work environment (Presidential Regulation Number 7 of 2019 on Occupational Diseases). The importance of knowledge about occupational diseases is crucial because many people do not realize that the health problems they experience are the result of their work. Occupational diseases can be prevented, but if they are detected too late, they can lead to more serious health problems, which will have a greater impact on the workforce and increase healthcare management costs, ultimately reducing work productivity. The aim of this research is to prevent the occurrence of occupational diseases using the Decision Support System (DSS) method with the Seven Basic Quality Tools Fishbone Diagram, which helps analyze various issues related to the impact of occupational diseases. Moreover, this method has many other functions and benefits, as it identifies the cause-and-effect relationships between the variables (factors) causing the problem (X) and the resulting variables. Several methods were used in this research to gather data and perform appropriate analysis. This approach can assist fieldwork and be used to experience the process of work safety and health directly. The Fishbone Diagram, also known as the Ishikawa diagram or cause-and-effect diagram, is a tool used to identify the root causes of problems. The name comes from Kaoru Ishikawa, a Japanese quality control expert who developed this concept in the 1960s. Organizations across various industries, including manufacturing, healthcare, and services, use the Fishbone Diagram to identify and analyze the factors contributing to specific problems or issues. Teams typically use the diagram to identify all possible causes of a problem or effect. They label these causes based on major contributing factors, such as people, equipment, materials, environment, and methods. Once all the causes are identified and listed, the next step is to analyze the relationships between them to identify the root cause of the issue. This can be done using various techniques, such as the "5 Whys" method, where one repeatedly asks why a problem occurred until the root cause is identified. The results of the research showed that the risk value for occupational diseases, specifically respiratory disorders, before the implementation of the Fishbone Diagram was 12 incidents, and after the implementation, the number of incidents decreased to 4.