Imam Riadi
Sistem Informasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FORENSIK BROWSER KONTEN HOAX PADA LAYANAN MEDIA SOSIAL TIKTOK MENGGUNAKAN METODE DIGITAL FORENSICS RESEARCH WORKSHOP Indah Rafni Yunipratiwi; Imam Riadi; Abdul Fadlil
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 2 (2026): JATI Vol. 10 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i2.17289

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong masifnya penggunaan media sosial seperti TikTok, yang di Indonesia mencapai 108 juta pengguna. Namun, kemudahan ini juga memicu peningkatan penyebaran informasi palsu atau hoaks. Penelitian ini bertujuan menganalisis artefak digital pada browser yang digunakan untuk mengunggah konten hoaks di TikTok dengan menerapkan metode Digital Forensic Research Workshop (DFRWS). Penelitian dilakukan melalui empat tahap DFRWS: identifikasi dan pengumpulan data kasus hoaks di TikTok, akuisisi artefak browser (history, cache, cookies, metadata) menggunakan Autopsy dan Browser History Examiner, analisis artefak secara sistematis, serta interpretasi hasil untuk merekonstruksi kronologi penyebaran hoaks. Hasil analisis menunjukkan bahwa FTK Imager memperoleh 27,27% dari total temuan, dengan data berupa 1 teks keterangan, 1 nama pengguna, dan 1 tautan, Browser History Examiner memperoleh 18,18% dengan data berupa 1 username dan 1 link, Browser History Viewer mencatatkan 36,36% dengan 2 foto (1 foto profil dan 1 thumbnail video), 1 nama pengguna, dan 1 tautan, sementara Video Cache Viewer memperoleh 18,18% dengan 1 video dan 1 tautan. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode DFRWS dalam mengidentifikasi dan menelusuri jejak digital aktivitas penyebaran hoaks di TikTok dengan akurasi yang mendukung pembuktian forensik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penegakan hukum siber terkait hoaks di Indonesia.
INVESTIGASI FORENSIK DIGITAL KASUS PELECEHAN SEKSUAL PADA LAYANAN MEDIA SOSIAL X DENGAN METODE ACPO Nuratikah Nuratikah; Sunardi Sunardi; Imam Riadi
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 2 (2026): JATI Vol. 10 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i2.17293

Abstract

Kasus pelecehan seksual berbasis daring pada layanan media sosial X menimbulkan tantangan dalam praktik forensik digital, terutama ketika pelaku menghapus pesan sehingga artefak komunikasi tidak lagi terlihat pada aplikasi. Permasalahan ini menyulitkan proses pembuktian dan menuntut investigasi yang sistematis serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemulihan barang bukti digital pada kasus pelecehan seksual daring menggunakan metode Association of Chief Police Officers (ACPO). Metode ACPO diterapkan melalui tahapan Plan, Capture, Analyze, dan Present dengan memanfaatkan dua tools forensik, yaitu MOBILedit Forensic Express dan Magnet AXIOM. Objek analisis berupa artefak Direct Message yang meliputi 17 pesan teks, 2 gambar, 2 video, 1 pesan suara, dan 2 informasi akun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOBILedit Forensic Express berhasil memulihkan seluruh artefak gambar, video, dan informasi akun, namun hanya sebagian pesan teks dan tidak memulihkan pesan suara. Sementara itu, Magnet AXIOM berhasil memulihkan gambar, video, dan pesan suara secara lengkap, tetapi memiliki keterbatasan dalam pemulihan pesan teks dan informasi akun. Secara kumulatif, kombinasi kedua tools menghasilkan pemulihan penuh pada artefak multimedia dan akun, sedangkan pesan teks hanya mencapai 58,52%. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan lebih dari satu tools forensik dalam kerangka metode ACPO dapat meningkatkan efektivitas pengumpulan barang bukti digital pada investigasi pelecehan seksual di media sosial.