Muhammad Rizal
Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Teknologi Informatika Sony Sugema

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM DETEKSI EMISI GAS KENDARAAN BERMOTOR DENGAN ARDUINO UNO DAN SENSOR MQ-135 DAN MQ-7 UNTUK ANALISIS PEMANASAN GLOBAL Muhammad Rizal; Agra Maesa Kusuma; Rahma Rahayu Pebrianti; Ririn Rifani; Syahrur Ramadhani; Yulia Aprilliani
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 2 (2026): JATI Vol. 10 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i2.17667

Abstract

Pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak pada kesehatan manusia dan peningkatan pemanasan global. Gas bebahaya sepeti Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Hodrokarbon (HC), dan Nitrogen Oksida (NOX) dihasilkan dari proses pembakaran dan berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang mampu memantau kadar emisi gas kendaraan secara efektif dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem deteksi emisi gas kendaraan bermotor berbasis mikrokontroler Arduino Uno menggunakan sensor MQ-7 dan MQ-135. Sensor MQ-7 digunakan untuk mendeteksi gas karbon monoksida (CO), sedangkan sensor MQ-135 digunakan untuk mendeteksi gas yang berkaitan dengan kualitas udara seperti CO₂, NH₃, dan NOx. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan perancangan perangkat keras, pemrograman sistem, serta pengujian langsung pada kendaraan bermotor. Data pembacaan sensor diproses menggunakan metode exponential smoothing dan moving average untuk mengurangi noise pembacaan sensor, kemudian dikonversi ke dalam satuan ppm. Hasil pengujian pada tiga jenis kendaraan yaitu Fazzio, Vario, dan Beat menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi perubahan emisi gas secara real-time dengan respons sensor yang stabil. Nilai emisi tertinggi terjadi pada kondisi kendaraan digas dengan persentase 42,7%, sedangkan nilai terendah terjadi saat kendaraan dalam kondisi mati sebesar 0%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dirancang dapat digunakan sebagai alat pemantauan emisi kendaraan yang sederhana, ekonomis, dan efektif.