Ni Putu Bintang Maharani
Sistem Informasi Akutansi, Universitas Primakara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS INTENTION OF USE DALAM IMPLEMENTASI PEMBAYARAN DIGITAL QUICK RESPONSE INDONESIAN STANDARD (QRIS) PADA PELAKU USAHA DI PASAR TRADISIONAL DENPASAR Ni Putu Bintang Maharani; Ketut Tri Budi Artani; I Made Dwi Hita Darmawan
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 2 (2026): JATI Vol. 10 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i2.17697

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa pergeseran pada metode transaksi non-tunai di Indonesia, yang ditandai dengan penerapan QRIS sebagai standar kode pembayaran nasional yang menyatukan berbagai layanan pembayaran.. Meskipun implementasinya terus diperluas, pemanfaatan QRIS pada pedagang pasar tradisional masih menunjukkan variasi tingkat penggunaan. Isu yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum maksimalnya pemahaman terkait determinan yang memengaruhi kecenderungan pedagang dalam mengadopsi QRIS. Studi ini bertujuan menelaah dampak persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, pengalaman pengguna yang bersifat menyenangkan, serta tingkat kepercayaan terhadap kecenderungan pemanfaatan QRIS. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 223 partisipan, yang jumlahnya ditentukan memakai formula Slovin dari populasi 500 pedagang pengguna QRIS di pasar tradisional Denpasar. Pengolahan data dilakukan melalui analisis regresi linear berganda, disertai pengujian keabsahan dan konsistensi instrumen penelitian. Hasil kajian mengindikasikan bahwa seluruh variabel independen memberikan dampak positif serta signifikan terhadap kecenderungan pemakaian QRIS. Temuan tersebut menegaskan bahwa unsur kegunaan, kemudahan operasional, pengalaman penggunaan yang menyenangkan, dan tingkat kepercayaan pengguna menjadi faktor penting dalam mendorong pemanfaatan pembayaran digital di pasar tradisional.