Khairul Nisa Panilestari
Sistem Informasi, Universitas Alma Ata

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TEKNOLOGI DAN PROSEDURAL DALAM PENANGANAN INSIDEN UNTUK MENDUKUNG FORENSIK DIGITAL Tri Rochmadi; Abdul Fadlil; Imam Riadi; Khairul Nisa Panilestari; Yanuar Wicaksono
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 2 (2026): JATI Vol. 10 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i2.17792

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di lingkungan perguruan tinggi mendorong peningkatan pemanfaatan sistem digital dalam berbagai aktivitas akademik dan administratif. Namun, digitalisasi tersebut juga diikuti oleh meningkatnya risiko insiden keamanan siber yang dapat mengancam integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data. Oleh karena itu, kesiapan teknologi dan prosedural dalam penanganan insiden menjadi aspek penting untuk mendukung proses investigasi forensik digital secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan teknologi dan prosedural dalam penanganan insiden keamanan siber pada 10 perguruan tinggi swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method melalui kuesioner, wawancara, analisis capability level, dan gap analysis dengan mengacu pada kerangka kerja COBIT 2019 pada domain Align, Plan and Organize (APO), Build, Acquire and Implement (BAI), serta Deliver, Service and Support (DSS). Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat kapabilitas antar wilayah dan universitas. Wilayah Sleman mencapai tingkat predictable process dengan indeks pengelolaan insiden 3,61 dan teknologi infrastruktur 3,55, sedangkan wilayah Bantul dan Kota Yogyakarta berada pada tingkat managed process dengan nilai rata-rata sekitar 2,29. Temuan juga menunjukkan adanya kesenjangan menuju target optimising process (level 5), terutama pada aspek standardisasi prosedur, dokumentasi kebijakan, serta dukungan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, peningkatan tata kelola keamanan informasi, penguatan dokumentasi SOP, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjadi rekomendasi utama untuk meningkatkan kesiapan forensik digital di perguruan tinggi.