Salsa Yurinka
Sistem Informasi, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KNOWLEDGE SHARING DALAM TRANSFORMASI KEBIJAKAN ORGANISASI PADA TRANSISI KEPENGURUSAN BEM KM FASILKOM UNSRI Nadia Ramadhani; Salsa Yurinka; Nadhilah Al Adawiyah; Hori Fahmi; Ken Ditha Tania; Dedy Kurniawan
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 3 (2026): JATI Vol. 10 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i3.18084

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran knowledge sharing dalam mendukung transformasi kebijakan organisasi pada masa transisi kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya. Pergantian kepengurusan yang berlangsung secara periodik berpotensi menimbulkan hilangnya pengetahuan organisasi serta ketidaksinambungan kebijakan antarperiode kepengurusan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses knowledge sharing yang terjadi selama masa transisi kepengurusan serta mengidentifikasi mekanisme dan hambatan yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) untuk memahami proses konversi pengetahuan yang terjadi dalam organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik knowledge sharing telah berlangsung pada setiap tahapan dalam model SECI. Namun demikian, proses berbagi pengetahuan masih bersifat operasional dan belum terlembagakan dalam sistem knowledge management yang terstruktur. Aktivitas berbagi pengetahuan lebih banyak berlangsung melalui interaksi informal, dokumentasi administratif, serta pengalaman individual pengurus. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya pengetahuan strategis serta ketidaksinambungan kebijakan organisasi pada periode kepengurusan berikutnya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme knowledge management yang lebih formal dan terintegrasi untuk mendukung keberlanjutan pengetahuan dan kebijakan organisasi mahasiswa
ANALISIS SENTIMEN FILM AGAK LAEN MENYALA PANTIKU MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE Nadhilah Al Adawiyah; Nadia Ramadhani; Salsa Yurinka; Winda Kurnia Sari; Ken Ditha Tania
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 3 (2026): JATI Vol. 10 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i3.18161

Abstract

Media sosial merupakan salah satu sarana bagi publik untuk menyampaikan opini dan ulasan terhadap berbagai topik, termasuk film, yang dapat memengaruhi persepsi publik secara luas. Film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” merupakan salah satu film yang ramai diperbincangkan di platform X sehingga menghasilkan beragam tanggapan dari pengguna. Banyaknya data opini yang tersedia dalam bentuk teks tidak terstruktur menyebabkan proses analisis secara manual menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikaskan sentimen opini pengguna platform X terhadap film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” ke dalam tiga kategori positif, negatif, dan netral. Data penelitian dikumpulkan melalui proses crawling dari platform X, kemudian diproses melalui tahap preprocessing teks serta pembobotan fitur menggunakan metode TF-IDF. Proses klasifikasi kemudian diterapkan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM). Berdasarkan hasil pengujian, model SVM mampu mengklasifikasikan sentimen dengan tingkat akurasi sebesar 80%. Distribusi sentimen menunjukkan bahwa sentimen positif memiliki jumlah paling tinggi, diikuti oleh sentimen netral, sedangkan sentimen negatif relatif lebih sedikit. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar tanggapan publik terhadap film tersebut bersifat positif, terutama terkait unsur komedi yang menjadi daya tarik utama film.