Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN CIRCUIT SWITCHED FALLBACK (CSFB) DALAM TRANSISI LAYANAN SUARA DARI LTE KE VOLTE DAN 5G: STUDI LITERATUR Dhuha Rais; Dikky Chandra; Afrizal Yuhanef; Yulindon Yulindon
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 3 (2026): JATI Vol. 10 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i3.18312

Abstract

Transformasi arsitektur jaringan seluler dari circuit-switched ke packet-switched pada teknologi Long Term Evolution (LTE) menimbulkan permasalahan dalam penyediaan layanan komunikasi suara, akibat tidak tersedianya dukungan native terhadap layanan voice sebagaimana pada jaringan generasi sebelumnya. Pada jaringan 2G dan 3G, layanan suara menggunakan arsitektur circuit-switched yang menyediakan kanal komunikasi khusus selama panggilan berlangsung. Namun, pada jaringan LTE, arsitektur jaringan beralih menjadi packet-switched yang berfokus pada layanan data sehingga layanan suara tidak dapat dijalankan secara langsung. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, diperkenalkan mekanisme Circuit Switched Fallback (CSFB) yang memungkinkan perangkat LTE kembali ke jaringan 2G atau 3G saat melakukan panggilan suara. Seiring perkembangan teknologi, solusi berbasis Internet Protocol seperti Voice over LTE (VoLTE) digunakan untuk menyediakan layanan suara langsung pada jaringan LTE dengan kualitas lebih baik dan waktu call setup lebih cepat. Pada jaringan generasi kelima (5G), layanan suara berkembang menuju teknologi Voice over New Radio (VoNR) dengan dukungan EPS fallback. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2021–2025 untuk menganalisis peran CSFB dalam transisi layanan suara dari LTE menuju VoLTE dan 5G. Hasil kajian menunjukkan bahwa CSFB berfungsi sebagai teknologi transisi, namun memiliki keterbatasan dalam efisiensi jaringan dan waktu call setup dibandingkan VoLTE.
Mengembangkan Kreativitas Siswa SMK Negeri 2 Padang Melalui Pelatihan Sistem Pintar Berbasis Internet Of Things (IoT) Sahid Ridho; Yulindon Yulindon; Muhammad Putra Pamungkas; A Ahmad Dahlan
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v5i2.7137

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Padang dengan fokus pada jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa dalam merancang dan mengimplementasikan sistem pintar berbasis Internet of Things (IoT). Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan pemahaman tentang konsep IoT, minimnya pengalaman praktik, keterbatasan sarana prasarana, serta kesiapan siswa menghadapi tuntutan dunia kerja. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, praktik langsung, serta evaluasi. Materi pelatihan mencakup pemrograman dasar mikrokontroler Arduino, pengoperasian sensor dan aktuator, hingga penerapan IoT menggunakan ESP32/ESP8266 yang terintegrasi dengan aplikasi Blynk dan Telegram. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi siswa, yang dibuktikan melalui evaluasi kuesioner dengan mayoritas responden memberikan penilaian positif. Meskipun manfaat ekonomi belum sepenuhnya dirasakan secara langsung, kegiatan ini telah memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan siswa menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menjadi fondasi bagi terciptanya peluang pengembangan di masa mendatang.
Implementasi Teknologi Cerdas iKanyangSurang untuk Efisiensi Pemberian Pakan pada Budidaya Ikan Air Tawar: Studi pada Kelompok Sukses Mulia Padang Sahid Ridho; Yulindon Yulindon; Olfat Badrika
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v5i2.7227

Abstract

Budidaya ikan air tawar berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, namun produktivitasnya sering terhambat oleh pemberian pakan manual yang tidak teratur dan belum berbasis teknologi. Kondisi ini juga dialami Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar “Sukses Mulia” di Kelurahan Koto Luar, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang menghadapi kendala ketidaktepatan jadwal pemberian pakan, keterbatasan tenaga kerja, serta belum tersedianya sistem pencatatan dan kontrol digital. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini mengimplementasikan iKanyangSurang, yaitu sistem pemberi pakan ikan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan mikrokontroler Arduino Mega2560 R3 built-in IoT WiFi ESP8266, RTC, LCD I2C, keypad, sensor ultrasonik SR04, buzzer, sensor lingkungan (DHT22 dan sensor hujan), aktuator motor DC dan motor stepper NEMA 17, serta aplikasi Android berbasis protokol MQTT. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, perancangan dan pembuatan alat, pengujian dan instalasi lapangan, pelatihan penggunaan, serta evaluasi menggunakan kuesioner berbasis enam dimensi penilaian. Hasil implementasi menunjukkan bahwa iKanyangSurang mampu melakukan pemberian pakan otomatis sesuai jadwal yang diatur melalui aplikasi dengan waktu tunda respon kurang dari satu detik dan sebaran pakan merata pada radius 3–4 meter. Mitra mampu mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri setelah mengikuti pelatihan. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan 100% “sangat setuju” pada seluruh aspek keandalan, daya tanggap, empati, kepastian, bukti fisik, dan hasil. Penerapan teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi waktu dan penggunaan pakan, menurunkan beban kerja pembudidaya, serta berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas budidaya ikan nila secara berkelanjutan.
Implementasi Teknologi Otomasi pada Sistem Hidroponik untuk Meningkatkan Produktivitas Budidaya Sayuran di Kelompok Tani 'Sahabat Sayur’ Yulindon Yulindon; Sahid Ridho; Dwina Archenita; Muhammad Ilham Asyazili
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v5i2.7292

Abstract

Budidaya sayuran merupakan sektor pertanian yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan sehat dan efisien. Namun, Kelompok Tani “Sahabat Sayur” yang sebelumnya mengelola tanaman secara tradisional masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan lahan, ketidakteraturan pemberian nutrisi, serta minimnya pemanfaatan teknologi budidaya modern. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian ini menerapkan sistem hidroponik tipe Nutrient Film Technique (NFT) yang dilengkapi pengaturan nutrisi terukur sebagai alternatif budidaya yang lebih efisien dan sesuai bagi lahan pekarangan yang terbatas. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan dasar hidroponik, pembangunan dua instalasi hidroponik berkapasitas 330 dan 1500 lubang tanam, serta pendampingan operasional pada masa tanam awal. Seluruh proses dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan anggota kelompok tani pada setiap tahapan, mulai dari konstruksi instalasi hingga uji coba penanaman. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sistem hidroponik mampu menjaga aliran air dan pengaturan nutrisi secara lebih stabil dibandingkan pola budidaya sebelumnya, sehingga mempermudah mitra dalam menjaga kualitas larutan. Evaluasi melalui kuesioner menunjukkan peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, dan kepuasan mitra terhadap penerapan teknologi hidroponik, sementara aspek kepastian masih memerlukan pendampingan lanjutan karena petani sedang beradaptasi dengan pola budidaya baru. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan efisiensi kerja kelompok tani, serta mendorong mereka untuk mulai menerapkan budidaya hidroponik modern sebagai alternatif berkelanjutan dari metode tradisional yang selama ini digunakan.