Shyafaruddin Shyafaruddin
Sistem Informasi, Universitas Bina Srana Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGOLAHAN LIMBAH PADAT BERBASIS AHP DAN SAW PADA PT SARANA ALLOY CASTING Rifan Arifin; Shyafaruddin Shyafaruddin; Nia Nuraeni
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 3 (2026): JATI Vol. 10 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i3.18350

Abstract

Meningkatnya aktivitas industri pengecoran logam menghasilkan limbah padat B3 yang memerlukan penanganan khusus karena berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Salah satu limbah yang dihasilkan PT Sarana Alloy Casting adalah dross dan slag yang mengandung senyawa aluminium nitrit (AlN) yang bersifat reaktif terhadap air dan berpotensi menghasilkan gas amonia (NH₃) yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan sistematis untuk menentukan strategi pengelolaan limbah yang paling optimal. Penelitian ini mengintegrasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kepentingan setiap kriteria dan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk melakukan proses perangkingan alternatif. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah model Waterfall dengan kriteria penilaian meliputi biaya implementasi, dampak lingkungan, efisiensi teknologi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria dampak lingkungan memiliki bobot prioritas tertinggi sebesar 55,8%. Berdasarkan proses perhitungan metode SAW, alternatif pemanfaatan kembali (recycling) terpilih sebagai solusi terbaik dengan nilai preferensi sebesar 0,801. Implementasi SPK berbasis web yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi proses pengambilan keputusan secara lebih cepat, objektif, dan terstruktur serta mendukung kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pengelolaan limbah B3