Klaudius Jevanda B.S
Informatika, Univesitas Katolik Musi Charitas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN ALGORITMA HAVERSINE BERBASIS WEB: Elisabeth Dwi Kurnia Wardani; Klaudius Jevanda B.S
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 3 (2026): JATI Vol. 10 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i3.18371

Abstract

Keakuratan data kehadiran guru pada lembaga bimbingan belajar sangat penting untuk mengevaluasi kedisiplinan guru dan ketepatan durasi mengajar. Keakuratan data tersebut dibutuhkan untuk mengetahui jumlah jam kehadiran sebagai acuan perhitungan honor. Sistem kehadiran di Bimbel After School Education Center dilakukan setelah kegiatan belajar selesai secara manual, sehingga  terjadi ketidakakuratan data kehadiran antara waktu kehadiran dengan kondisi sebenarnya. Solusinya, penulis melakukan penelitian bertujuan mengembangkan sistem absensi berbasis web menggunakan algoritma Haversine untuk meningkatkan akurasi pencatatan kehadiran guru. Sistem menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk memverifikasi lokasi guru saat absensi dengan mengukur jarak antara posisi guru dan lokasi bimbel dalam radius 15 meter dengan memanfaatkan algoritma Haversine, sehingga meningkatkan ketepatan data lokasi. Sistem juga dilengkapi fitur pengambilan picture sebagai kehadiran guru dikelas, sehingga lebih meningkatkan akurasi data absensi. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall mencakup komunikasi, perencanaan, pemodelan, konstruksi, dan implementasi. Pengujian sistem dilakukan dengan metode black box testing dan white box testing untuk memastikan semua fitur beroperasi sesuai harapan serta menguji keakurasian GPS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini efektif dan efisien dalam mengelola data kehadiran, meningkatkan transparansi, dan mengurangi potensi manipulasi data. Sedangkan hasil pengujian akurasi GPS pada sistem absensi berfungsi dengan baik dengan kesalahan di bawah 10%.