Intan Dina Kartika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Layanan Khusus Melalui Gambar Mural 3D (Studi Kasus di SMK Negeri 12 Malang) Intan Dina Kartika; Imron Arifin; Intan Dina Kartika; Imron Arifin; Agus Timan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p205-212

Abstract

Abstract: The focus of this research is (1) planning; (2) organizing; (3) actuating; (4) evaluating. The method used is qualitative. Data collection techniques were conducted is interview techniques, observation, and documentation. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion. On checking the validity of the findings, it is done by triangulation, member check, extension of observation time, and sufficiency of reference material. The planning stage, the background of this 3D trick art is the adiwiyata. The concept is carried that is cultured environment. Organizing the creation of 3D trick art does not constitute a special team, but designated several teachers who are effectively involved, selection based on capabilities. Implementation of 3D trick art is done on thirteen location points. In 3D mural drawing has constraints and also has a solution that can be done to facilitate the creation of 3D trick art. Evaluation is done informally. Abstrak: Fokus penelitian ini adalah (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pelaksanaan; (4) evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan, dilakukan dengan triangulasi, member check, perpanjangan waktu pengamatan, dan kecukupan bahan referensi. Pada perencanaan, konsep yang diusung yaitu berbudaya lingkungan yang berhubungan dengan adiwiyata. Selanjutnya, pengorganisasian dilakukan tanpa membentuk tim khusus, tetapi ditunjuk beberapa guru yang terlibat secara efektif yang dipilih berdasarkan kemampuan. Pelaksanaan dilakukan pada tiga belas titik lokasi. Evaluasi dilakukan secara informal.