Ja'far, Handoko
LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Empirical Facts of Educational Chances for Women in Islamic World: Past and Present Ja'far, Handoko; Rigo, Taufik
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 25, No 2 (2017)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.25.2.1250

Abstract

This article explores educational opportunities in the early period of Islam until the 13th century, which shows the significant role of women in education. It can be argued that the role of women in education can be traced not only in certain areas of religious knowledge but also in the patronage of education and even in determining the political policy of the government. Unfortunately, compared to the next period until the 21st century, policy concerning education has recently turned to unfair treatment such as marginalization, exclusion, and even deprivation. What is surprising is that the reasons for the genitals, which deprive women of their right to participate in education, casually occurred. In other cases, socio-cultures are restricting their access to education. The factual errors on educational thoughts for woman here are explicitly used as an empirical description in this study, while its purpose is to demonstrate the shift in the treatment of female education. The result expected in this study is to reach the historical footprint of Islamic education and ensure inappropriate reasons, such as genital terms, used and abused as arguments for not allowing woman to get education.Artikel ini mengeksplorasi peluang pendidikan pada periode awal Islam hingga abad ke-13 yang menunjukkan peran penting wanita dalam pendidikan. Dapat dikatakan bahwa peran perempuan dalam pendidikan dapat ditelusuri tidak hanya di bidang pengetahuan agama tertentu tetapi juga mereka terlibat dalam patronase pendidikan dan bahkan terlibat dalam penentuan kebijakan politik pemerintah. Sayangnya, dibandingkan dengan periode berikutnya hingga pada abad ke-21, kebijakan penanganan pendidikan akhir-akhir ini berubah menjadi perlakuan tidak adil seperti marginalisasi, eksklusi, dan bahkan deprivasi. Satu hal yang mengejutkan adalah perempuan dianggap sebagai aurat dan dijadikan alasan untuk mencabut hak mereka untuk berpartisipasi dalam pendidikan terjadi begitu saja. Kasus lainnya, sosio-budaya membatasi akses perempuan untuk berpendidikan. Kesalahan faktual pada pemikiran pendidikan bagi perempuan sebagaimana tersebut, secara eksplisit digambarkan sebagai deskripsi empiris dalam penelitian ini sementara tujuan penelitian adalah untuk menunjukkan pergeseran perlakuan atas pendidikan perempuan. dengan mencapai jejak historis pendidikan Islam dan memastikan tidak tepatnya penggunaan alasan seputar aurat dan penyalahgunaannya sebagai argumen untuk tidak mengizinkan perempuan mendapatkan pendidikan.
INDONESIAN ISLAMIC EDUCATION: TOWARDS SCIENCE DEVELOPMENT Ja'far, Handoko
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 23, No 2 (2015): Agama dan Sains untuk Kemanusiaan
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.23.2.309

Abstract

Education as the root of civilization has an important role in preparing human resources toward the effort of developing sciences. Nowadays, Moslem in the world are are divided into two attitudes: resisting and refusing the development of sciences. Both of the attitutes are needed to bridge wisely. It meant no one is burdened in facing modern sciences by the ways of appreciating the modern sciences, applying them appropriately and learning from the history of the development of knowledge in the glory age of Islam. This article tried to confirm that science as a result of education, is not only the representation of civilization but also the demonstration of the high value of civilization. In Indonesia, the idea to reconstruct the model of Islamic education is getting stronger in accordance with the development of modern education. In this context, the clasical knowledge as heritance needed to be transformed into the modern one. Transformation is something unavoidable by the institutions of Islamic education.***Pendidikan -sebagai akar peradaban- memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menghadapi perkembangan ilmu. Saat ini, sikap umat Islam terbelah menjadi dua: menolak dan menerima perkembangan ilmu. Kedua sikap ini perlu ditengahi secara bijaksana. Caranya, merasa tidak terbebani dalam menghadapi sains modern dengan memberikan apresiasi dan menerapkannya secara benar. Di samping itu, dengan cara belajar dari sejarah perkembangan ilmu di masa kejayaan Islam. Artikel ini berusaha menegaskan bahwa ilmu penge­tahu­an sebagai buah dari pendidikan, tidak hanya menjadi representasi peradaban tetapi juga mampu menunjukkan tingginya nilai peradaban. Di Indonesia, gagasan untuk merekonstruksi model pendidikan Islam menguat seiring dengan per­kembangan pendidikan modern. Dengan demikian, meskipun pengetahuan klasik merupakan warisan, namun perlu dilakukan transformasi ilmu yang selaras dengan dunia modern. Perubahan merupakan hal yang tidak dapat dihindari oleh lembaga pendidikan Islam.