Tulisan ini membahas teknik merajut dalam karya 'Embracing Life' sebagai eksplorasi seni tekstil yang dimaknai secara simbolik dan metaforis untuk merepresentasikan pengalaman tubuh perempuan. Penelitian ini menggunakan metode artistic research, di mana proses penciptaan karya seni menjadi bagian utama dari proses penelitian dan produksi pengetahuan. Melalui metode ini, seniman berperan sekaligus sebagai peneliti, dan karya seni dipahami sebagai hasil refleksi atas pengalaman, proses, serta konteks sosial yang melingkupinya. Karya ini memandang seni sebagai bentuk simbolik yang tidak menyampaikan makna secara langsung, melainkan melalui bentuk visual yang mampu mengungkap pengalaman dan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Rajutan benang merah diterjemahkan sebagai simbol sel darah dan proses hidup tubuh perempuan, yang diwujudkan melalui pola berulang, simpul, dan keterhubungan bentuk organik. Pendekatan metafora visual digunakan untuk memahami rajutan bukan sebagai objek tekstil fungsional, melainkan sebagai perumpamaan pengalaman tubuh yang kompleks. Analisis elemen visual yang meliputi bentuk, warna, dan tekstur menunjukkan bahwa unsur-unsur tersebut saling berkaitan dalam membangun makna karya. Bentuk organik menghadirkan kesan keluwesan, warna merah memperkuat keterkaitan dengan tubuh dan perasaan, sementara tekstur kasar dan tidak merata menegaskan kehadiran kerja, proses, dan waktu. Dalam karya ini, seni merajut dipahami tidak hanya sebagai teknik, tetapi sebagai media ekspresi yang merefleksikan pengalaman, identitas, dan konstruksi sosial perempuan.