Desa bersaudara menjadi program unggulan yang dirancang oleh BPBD Kabupaten Magelang untuk menghadapi ancaman permanen dari erupsi gunung merapi sebagai upaya dalam pembangunan masyarakat yang sadar bencana. Peningkatan aktivitas merapi sudah mulai nampak dengan terbentuknya kubah lava, akan tetapi sejauh ini program desa bersaudara di Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang baru sebatas sosialisasi dan pembuatan kesepakatan melalui MOU yang dilakukan setahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan tindakan sebelum bencana terjadi yang bertujuan untuk mengurangi ancaman serta kerentanan yang muncul akibat letusan gunung merapi masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen risiko bencana dalam program desa bersaudara di Desa Keningar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua dimensi manajemen risiko bencana telah dilaksanakan dalam program desa bersaudara. Pencegahan dan mitigasi dilakukan dalam bentuk upaya pengurangan resiko dan dampak dari erupsi Merapi dengan memberikan sosialisasi dan fasilitasi pembentukan desa bersaudara yang didalamnya dibuatkan MOU untuk memperkuat hubungan kerjasama, pemetaan potensi dan sumber daya dari masing-masing desa, pembuatan talud banjir dan pembuatan kantong lahar atau dam. Kesiapsiagaanya melalui pendidikan dan pelatihan mengenai sepuluh sektor dalam penanggulangan bencana, pemasangan rambu-rambu titik kumpul dan jalur evakuasi serta pembuatan rencana kontigensi. Kata Kunci: Manajemen resiko bencana, desa bersaudara.