Lisa Ananda Carlolina
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BUDAYA BIROKRASI PATERNIALISME DI INDONESIA Lisa Ananda Carlolina
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI NEGARA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v4i1.885

Abstract

Birokrasi merupakan bagian yang terpenting didalam penyelenggaran pemerintah, karena dengan posisi yang bersinggungan secara langsung dengan masyarakat, menempatkannya sebagai pilar utama dalam memberikan pelayanan publik. Namun jika posisi tersebut tidak diimbangi dengan kinerja aparatur yang baik akan memunculkan berbagai permasalahan. Birokrasi di Indonesia memiliki budaya yang telah mengakar kuat didalam lingkungan pemerintahan. Apabila budaya ini merupakan nilai-nilai yang baik, tentu akan mendukung kinerja pelayanan publik. Tetapi jika budaya buruk yang terbangun, justru akan melemahkan kinerja pelayanan publik. Oleh karenanya tulisan ini ingin menguraikan mengenai budaya birokrasi paternialisme, dengan memberikan beberapa contoh kasus yang ada di Indonesia. Data diperoleh melalui studi literature dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa budaya paternialisme pada tubuh birokrasi telah ada sejak zaman penjajahan dan bertahan hingga masa kini. Budaya paternialisme memberikan dampak yang kurang baik bagi tatanan kepemerintahan, seperti munculnya praktik KKN, penyalahgunaan kekuasaan, dan hilangnya identitas birokrat yang loyal dan berintegrasi. Kata Kunci :Birokrasi; Budaya; paternialisme
PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI DESA MELALUI PEMBUATAN PEYEK SISIK IKAN (Studi Kasus: Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang.) Lisa Ananda Carlolina
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI NEGARA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v4i1.886

Abstract

Pemberdayaan menjadi sebuah usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar dapat berdaya dengan memanfaatkan potensi yang ada. Pemberdayaan masyarakat dengan melalui usaha kecil (UMKM) diharapkan mampu untuk meningkatkan kondisi perekonomian keluarga terlebih dikalangan masyarakat miskin dan kurang mampu. Kota Magelang menjadi salah satu kota kecil yang dikelilingi banyak gunung dan memiliki aliran air yang sangat melimpah, hal ini dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat dalam memanfaatkan aliran air yang melimpah untuk budidaya ikan. Salah satu terobosan baru dalam mengelola ikan yakni dengan mengolah sisik ikan sebagai salah satu cemilan ringan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Terobosan produk peyek ikan ini sudah lama dilakukan oleh masyarakat kota Magelang khususnya di Kelurahan Magelang RW III Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang. Pelaksanaan mekanisme perencanaan pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dan dampak yang ditimbulkan dari adanya program perencanaan pemberdayaan terhadap kemandirian usaha masyarakat menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini. Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan perencanaan pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dan dampak yang ditimbulkan dari program perencanaan pemberdayaan tersebut terhadap kemandirian usaha masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian deskriptif kualitatif yang didukung oleh data yang berasal dari wawancara masyarakat terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di RT III RW III Magelang tengah memiliki potensi dalam mengolah limbah sisik ikan untuk dijadikan cemilan yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Oleh karenanya perlu adanya mekanisme perencanaan pemberdayaan yang melibatkan kerjasama antara pemerintah dengan stakeholder dan juga swasta untuk saling berkolaborasi dalam mendukung jalannya UMKM peyek sisik ikan. Kata Kunci: pemberdayaan; peyek sisik ikan;umkm
REFORMASI BIROKRASI DI UNIT PELAYANAN TERPADU SATU ATAP (UPTSA) MELALUI SURABAYA SINGLE WINDOWS (studi kasus : Kota Surabaya) Lisa Ananda Carlolina
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI NEGARA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v4i1.887

Abstract

Pelayanan publik menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat terlebih jika pelayanan tersebut dapat terdesentralisasi dengan baik. Banyak pelayanan publik yang sudah dikerjakan pemerintah untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya, namun masih dalam pelaksanaannya terdapat kelemahan. Dengan adanya permasalahan tersebutlah, maka pemerintah melakukan perbaikan dengan merealisasikan pelayanan publik yang diwujudkan dengan adanya pelayanan terpadu. Surabaya merupakan salah satu kota yang sudah menerapkan e-government dan telah meluncurkan Surabaya Single Window yang merupakan pelayanan perijinan virtual pertama di Indonesia. Reformasi birokrasi dari program kegiatan Surabaya Single Windows di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap di Kota Surabaya menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini. Tujuan dari penulisan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan reformasi birokrasi program kegiatan Surabaya Single Windows di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap di Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakannya yakni studi literature dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa reformasi birokrasi dalam program kegiatan Surabaya Single Window di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Surabaya sudah berjalan dengan baik hal ini dapat didukung dengan adanya data kuantitatif yang memperlihatkan adanya peningkatan jumlah pengumpulan berkas perizinan yang masuk meskipun masih  terdapat  hambatan-hambatan yang harus ditangani agar pelayanan menjadi lebih maksimal. Kata Kunci : e-government; pelayanan publik; surabaya single windows