Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSPEKTIF ANGGOTA KIM KALURAHAN NGALANG PADA AKUN INSTAGRAM @DESA_NGALANG DALAM MEMBERIKAN LAYANAN INFORMASI Agustine Gitania Kencana; Esa Yuna Salsabila; Laily Dina Rochmana; Devita Linda Dewi Serliana; Bima Eka Putra Setiyawan
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v8i1.4351

Abstract

Jurnal penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa berpengaruhnya instagram pemerintah desa dalam memberikan layanan informasi. Dalam hal ini perspektif dari masyarakat dijadikan bahan acuan dalam mengetahui efektifitas kinerja instagram dakan layanan informasi. Selain itu juga bisa dijadikan bahan evaluasi pemerintah desa untuk pemaksimalan eksistensi instagram dalam platform penyebaran informasi. Instagram adalah platform media sosial yang banyak digunakan dengan miliaran pengguna di seluruh dunia. Karena popularitasnya, Instagram sekarang dapat digunakan oleh organisasi sebagai platform untuk layanan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan platform media sosial Instagram untuk menguntungkan masyarakat. Menggunakan metodologi studi kasus, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survey link google form kepada masyarakat. Menurut temuan penelitian, Instagram mungkin dapat meningkatkan efektivitas layanan publik, antara lain: Meningkatkan aksesibilitas informas. Instagram memungkinkan publik untuk menerima informasi dengan cepat dan mudah. Meningkatkan keterlibatan dan interaksi publik. Instagram menawarkan saluran dua arah untuk komunikasi antara publik dan organisasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram dapat meningkatkan efisiensi layanan pemerintah. Namun, inisiatif diperlukan untuk mengatasi hambatan saat ini, seperti meningkatkan akses digital dan memotivasi bisnis untuk memanfaatkan Instagram.
Undervaluation dan Beban Ganda dalam Program Desa Prima Kalurahan Putat Fitri Nur A'isah; Agustine Gitania Kencana; Gea Novera Fitriana
Journal of Public Administration and Local Governance Vol. 10 No. 1 (2026): Social Resilience, Rural Development, and Digital Governance
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jpalg.v10i1.3499

Abstract

Program Desa Prima bertujuan untuk memberdayakan perempuan secara ekonomi di tingkat desa, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian mereka. Namun, dalam praktiknya, program ini menghadapi tantangan struktural akibat konstruksi gender yang memandang perempuan sebagai pencari nafkah tambahan. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis kontribusi persepsi pasar, sistem upah, dan fleksibilitas kerja dalam Program Desa Prima di Kalurahan Putat terhadap pengurangan nilai kerja perempuan dan beban ganda yang tidak diakui. Pendekatan kualitatif digunakan dalam studi ini, dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan karyawan perempuan di Desa Prima, pengamatan lapangan, dan analisis catatan desa serta statistik regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan tidak melihat aktivitas kerja mereka sebagai beban ganda akibat fleksibilitas kerja, mereka tetap menjalankan peran produktif dan reproduktif secara bersamaan pada tingkat struktural. Selain itu, memandang upah sebagai penghasilan tambahan berkontribusi pada devaluasi tenaga kerja perempuan, terutama bagi janda dan kepala keluarga perempuan yang bergantung pada Desa Prima sebagai sumber penghasilan utama mereka. Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Desa Prima belum sepenuhnya mengubah hubungan gender, karena asumsi gender tradisional mengenai upah dan pembagian kerja terus dipertahankan, menurut kesimpulan studi ini.