Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pentingnya kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan kampus dan mencermati realitas perilaku merokok yang terjadi. Metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui survei daring terhadap 71 mahasiswa Universitas Tidar, Magelang, yang dipilih menggunakan teknik sampling Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang yang menjawab mendukung penerapan kebijakan KTR di kampus: 35,2% menyatakan setuju dan 29,6% sangat setuju dengan kebijakan tersebut. Selain itu, 36,6% orang yang menjawab mengatakan bahwa kebijakan KTR memiliki dampak yang signifikan terhadap perbaikan lingkungan kampus. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mahasiswa masih merokok secara aktif (35,2%), dan perilaku merokok sering terjadi di tempat seperti toilet, parkir, taman, dan sekitar gedung perkuliahan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa tingkat kepatuhan, pengawasan, dan keterlibatan seluruh kampus, termasuk mahasiswa, dosen, staf, dan keamanan, sangat mempengaruhi efektivitas penerapan KTR. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk membangun kebijakan KTR yang lebih efisien dan responsif untuk mewujudkan lingkungan kampus yang sehat dan bebas asap rokok. Secara keseluruhan, efektivitas kebijakan KTR sangat bergantung pada tingkat kepatuhan, pengawasan, dan keterlibatan seluruh sivitas akademika. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dengan melakukan perbandingan dengan universitas lain untuk menilai perbandingan efektifitas kebijakan KTR secara lebih luas.